DPRD Samarinda Minta Pemkot Lakukan Seleksi Ketat dan Transparan pada Penerimaan Siswa Baru

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim. co, Samarinda- Anggota Komisi IV DPRD.Kota Samarinda Ismail Latisi, menerangkan bahwa pihaknya tidak khawatir terkait potensi praktik suap menyuap dalam penerimaan siswa di sekolah unggulan berbasis internasional yang ada di Loa Bakung, Sungai Kunjang, Jumat (16/5/2025)

Untuk mencegah praktik suap, dirinya meminta pemerintah kota menerapkan seleksi masuk yang ketat dan transparan, berdasarkan tes dan indikator yang jelas. Hal itu Ismail Latisi katakan, untuk mengurangi kekhawatiran beberapa pihak yang risau akan munculnya praktik suap.

“Proses seleksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah, namun harus melalui tes dan berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa,” jelas Latisi

Baca Juga :  DPRD Soroti Minimnya Komunikasi Teknis dalam Proyek Kota, Minta Pemkot Perbaiki Skema Koordinasi

Guna memastikan seleksi berjalan dengan transparan, dirinya menuturkan pentingnya pengawasan dari pemerintah kota dan DPRD agar pelaksanan seleksi tidak menyimpang dari apa yang diharapkan

“Tinggal bagaimana pengawasan ketat dari Pemkot dan DPRD, supaya target yang diinginkan itu tercapai,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Latisi, keberadaan sekolah unggulan tersebut diharapkan mampu menjadi proyek percontohan bagi sekolah-sekolah lain di Samarinda. Sebab, dirinya mengatakan bahwa minimal dalam setiap daerah memiliki satu sekolah unggulan yang menjadi percontohan.

“Dengan terbangunnya sekolah yang digadang bakal berbasis internasional ini, kita berharap tak meluputkan kewajiban pemerintah kota untuk tetap memperhatikan sekolah-sekolah yang lain,” harapnya.

Baca Juga :  Maswedi Minta Pemerintah Tegakkan Standar Keselamatan Bangunan Pasar Tradisional

Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mulai melakukan seleksi pengurus sekolah tersebut, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik lainnya.

Sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan sekolah ini dapat mencetak lulusan berkualitas serta menjadi model bagi pengembangan pendidikan di Samarinda.

“Harapannya bisa menular ke sekolah lain di Samarinda dan menjadi acuan dasar dalam proses seleksi guna mencegah proses penyimpangan,” tutupnya.

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru