RadiusKaltim.co, Samarinda – Kontribusi Program CSR perBankan masih minum untuk pembagunan di Samarinda tuai kritik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda. Penjelasan itu terungkap dalam pertemuan bersama jajaran Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BTN) di DPRD Kota Samarinda, Jumat (05/6/2026)
Menaggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi menerangkan, pertemuan bersama kedua bank itu bertujuan untuk mengoptimalkan kontribusi perbankan di daerah.
“Apa saja kontribusi perbankan yang bisa disumbangkan ke kota Samarinda atau masyarakat secara umum?” kata Iswandi, saat ditemui di kantornya, Jalan Basuki Rahmat.
Menurut Iswandi, sejauh ini, kontribusi perbankan melalui program CSR, nyaris tidak terasa di tengah masyarakat. Ia menduga adanya hambatan komunikasi yang menyebabkan penyaluran dana CSR itu tidak berjalan optimal atau tidak selaras, dengan prioritas pembangunan kota
“Karena kita melihat kontribusi melalui CSR sangat kecil sekali. Mungkin kalau kita banyak berkomunikasi, banyak hal yang bisa kita kerja samakan oleh pemerintah kota,” ujar Iswandi.
Ke depannya, Komisi II berencana juga akan memanggil instansi terkait untuk memetakan potensi kerja sama yang lebih konkret antara perbankan dan Pemkot Samarinda, sekaligus memanggil bank lainnya secara bertahap untuk melakukan sinkronisasi program pembangunan kota Samarinda.
“Kami akan memfasilitasi agar ada kegiatan pembangunan atau program pemerintah lainnya yang bisa dibiayai swasta tanpa menggunakan APBD,”tutup Iswandi.









