RadiusKaltim.co, Samarinda – Komisi II DPRD Samarinda meminta Pemkot benar-benar mematangkan perencanaan dan mengkaji ulang skala prioritas, mengingat kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengalami efisiensi anggaran.
Tak hanya itu, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan menerangkan, hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut antara Pemkot dan DPRD mengenai kelanjutan rencana renovasi Pasar Segiri Samarinda di Jalan Pahlawan itu.
Viktor Yuan menilai, rencana renovasi itu sebaiknya ditunda, hingga kondisi keuangan daerah benar-benar stabil.
Menurutnya, alokasi anggaran daerah yang terbatas saat ini harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan yang jauh lebih mendesak dan menyentuh hajat hidup orang banyak, salah satunya adalah penanganan banjir.
“Seperti masalah banjir, itu masih membutuhkan biaya besar dari pemerintah. Prioritaskan lah dulu ini, penanganan banjir,”pungkas Viktor Yuan
Meski begitu, politisi Partai Demokrat itu tidak melihat peremajaan Pasar Segiri juga bernilai positif, terutama untuk mempercantik wajah Kota Samarinda menjadi lebih modern. Namun, momentumnya harus tepat dan tidak dipaksakan.
“Kalau keuangan kita longgar nantinya, boleh untuk merevitalisasi di tahun 2027 atau 2028. Selain itu, dibutuhkan rencana yang sangat matang dalam pembangunannya,” ujar dia.
Ketimbang menggelontorkan anggaran besar untuk membangun gedung baru, lanjut Viktor, Pemkot Samarinda mestinya memaksimalkan fungsi lapak yang sudah tersedia di pasar-pasar tradisional lain, seperti bangunan baru Pasar Pagi Samarinda.
Pemkot Samarinda juga diingatkan agar tidak terjebak dalam siklus pembangunan fasilitas baru, yang pada akhirnya sepi pengunjung dan ditinggalkan pedagang.
“Percuma kita membangun baru yang akhirnya menimbulkan polemik. Sekarang kan fenomenanya ketika baru dibangun, awal-awal ramai yang mau berjualan, tapi lama-lama mulai kosong,” sebut Viktor.
“Seperti Pasar Pagi, kita lihat berapa lama pasar ini akan bisa terisi penuh oleh pedagang. Kita lihat dua sampai tiga bulan ke depan, apakah berganti penjual atau bagaimana,” kritik Viktor.
Di sisi lain, dia juga meminta Pemkot Samarinda bergerak cepat menyelesaikan pembangunan tempat penampungan sementara di Pasar Segiri. Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menampung para pedagang los sayur yang terdampak musibah kebakaran beberapa waktu lalu.
Viktor juga memberikan opsi pemanfaatan aset pasar lain yang masih kosong, untuk diisi sementara oleh para pedagang Pasar Segiri terdampak kebakaran, agar perekonomian mereka tetap berjalan.
“Bisa juga pedagang yang di Pasar Segiri itu yang sekarang membutuhkan lapak untuk berjualan, bisa dipindahkan sementara ke Pasar Pagi (jika masih ada tempat yang kosong),” tutur Viktor Yuan.









