Maswedi Minta Pemerintah Tegakkan Standar Keselamatan Bangunan Pasar Tradisional

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda  – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menegaskan bahwa revitalisasi pasar tradisional di kota ini tidak hanya boleh berfokus pada tampilan modern atau digitalisasi layanan. Ia menilai aspek keselamatan bangunan dan keamanan pengunjung justru harus ditempatkan sebagai fondasi utama sebelum bicara desain dan teknologi.

Menurut Maswedi, sejumlah pasar besar di Samarinda termasuk kawasan Pasar Pagi memiliki intensitas aktivitas tinggi yang rawan menimbulkan risiko apabila standar keselamatan bangunan tidak diperkuat. Mulai dari jalur evakuasi, sistem pemadam kebakaran, pengaturan beban bangunan, hingga tata instalasi listrik.

“Pasar itu ruang publik yang padat. Kalau pengunjung merasa aman, barulah aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan nyaman,” tegasnya.

Ia menilai, beberapa kejadian kebakaran pasar di daerah lain harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah kota dalam merancang ulang standar keselamatan pasar rakyat. Menurutnya, revitalisasi Pasar Pagi harus melibatkan audit teknis yang benar-benar detail dan berbasis kajian risiko.

Baca Juga :  Gelar Reses Sangatta Utara, Budianto Bulang Komitmen akan Perjuangkan Perbaikan dan Pembangunan Infrastruktur

“Jangan sampai ada titik rawan yang terlewat. Ini bukan hanya soal estetika bangunan, tapi soal keselamatan ribuan pedagang dan pembeli setiap hari,” ujarnya.

Maswedi menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas keselamatan yang sering dianggap sepele, seperti hidran yang berfungsi optimal, jalur pemisah antara pedagang dengan area sirkulasi, hingga ruang terbuka sebagai titik kumpul darurat.

“Sering kali yang sederhana justru tidak tersedia. Hidran ada tapi tidak aktif, jalur evakuasi tertutup lapak, kabel listrik bertumpuk. Ini harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Politisi PAN itu juga meminta agar setiap proses penataan pasar melibatkan pendampingan teknis dari instansi terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Kebakaran, dan lembaga sertifikasi bangunan. Menurutnya, sinergi lintas sektor wajib dilakukan karena pasar merupakan kawasan kompleks yang memadukan aktivitas ekonomi, sirkulasi manusia, dan infrastruktur tertutup.

“Tidak bisa hanya satu OPD yang bekerja. Semua harus terlibat supaya hasilnya aman dan tahan jangka panjang,” katanya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltim Hadiri Debat Publik Kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur

Selain aspek keselamatan fisik, Maswedi mengingatkan bahwa edukasi bagi pedagang juga penting untuk memastikan mereka memahami prosedur keselamatan dasar. Mulai dari penggunaan listrik yang aman, penataan barang dagangan, hingga cara merespons keadaan darurat.

“Pedagang adalah garda depan. Mereka harus tahu hal-hal teknis yang bisa mencegah bencana kecil menjadi besar,” tambahnya.

Ke depan, DPRD Samarinda mendorong agar penyusunan standar keselamatan pasar menjadi bagian resmi dari regulasi tata kelola pasar tradisional. Ia menyebut penguatan regulasi akan membantu memastikan revitalisasi pasar mana pun berjalan konsisten, tidak hanya di Pasar Pagi tetapi juga di Segiri, Sungai Dama, hingga pasar lingkungan.

“Kalau standar keselamatannya jelas dan wajib dipenuhi, kualitas pasar kita akan meningkat merata. Masyarakat pun lebih percaya untuk berbelanja,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru