Radiuskaltim.co,Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai sejumlah persoalan yang muncul dalam proyek-proyek infrastruktur belakangan ini bukan semata soal teknis pengerjaan, melainkan lemahnya koordinasi antara pelaksana, pengawas, dan dinas penanggung jawab. Dewan menegaskan, pola komunikasi yang tidak sinkron sering memicu pekerjaan ulang, keterlambatan, hingga ketidaknyamanan warga.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebutkan bahwa beberapa laporan yang masuk ke dewan menunjukkan adanya ketidaksamaan informasi di tingkat lapangan. Hal ini terjadi baik pada proyek jalan, drainase, maupun peningkatan fasilitas umum.
“Persoalan teknis sering kali muncul bukan karena kontraktor tidak mampu, tapi karena informasi dan instruksi dari pihak terkait tidak berjalan satu arah. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya,
Menurut Deni, Pemkot perlu memperkuat sistem komunikasi sebelum proyek dimulai mulai dari pemetaan risiko, penetapan standar kerja, hingga pola pengawasan. Tanpa langkah itu, kata dia, kualitas pekerjaan berpotensi timpang dan masyarakat menjadi pihak yang dirugikan.
“Kalau sejak awal semua pihak memiliki pemahaman yang sama, hasil pekerjaan pasti lebih stabil dan tidak menyulitkan warga yang melintas selama proses berlangsung,” ujarnya.
Deni juga meminta agar penyampaian informasi ke masyarakat diperbaiki. Ia menilai, sering kali warga tidak mengetahui jadwal pengerjaan atau rekayasa jalur, sehingga mengganggu aktivitas harian mereka.
“Keterbukaan informasi penting. Selain meminimalisir keluhan, ini juga bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap proyek punya dampak sosial yang terkendali,” tambahnya.
Komisi III memastikan akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap pola koordinasi antarinstansi. Dewan menilai, pembenahan sistem komunikasi dan tata kelola proyek merupakan kunci agar setiap pembangunan menghasilkan infrastruktur yang nyaman, aman, dan benar-benar menjawab kebutuhan kota.
“Proyek boleh banyak, tapi kalau koordinasinya timpang, hasilnya tidak optimal. Yang kita dorong sekarang adalah perbaikan sistem, bukan hanya mempercepat pekerjaan,” tutup Deni.









