RadiusKaltim. co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menyoroti dua proyek besar bernilai miliaran di Samarinda. Di antaranya, Pemkot diminta segera menyelesaikan proses perizinan operasional Terowongan Samarinda sepanjang 400 meter, yang menghubungkan ruas Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap, agar segera bermanfaat buat masyarakat.
“Kita berharap fasilitas publik terowongan Samarinda itu bisa segera dinikmati masyarakat Samarinda,” Pernyataan itu dilontarkan Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah kepada wartawan, Selasa (26/5/2026)
Menurut Helmi, Pemkot harus memastikan terowongan itu aman dilalui kendaraan dari berbagai aspek teknis dan keselamatan.
“Spesifikasinya harus betul-betul sesuai termasuk izin-izinnya, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,”pungkas Ketua DPRD Samarinda
Lebih lanjut, selain Terowongan Samarinda, Helmi juga menyoroti pembangunan Teras Samarinda Tahap II, dimulai dari kawasan depan Kantor Gubernur Kaltim sampai Jalan Yos Sudarso, yang juga sampai dengan sekarang juga belum dibuka untuk kunjungan masyarakat.
Tak hanya itu, proyek lanjutan penataan kawasan tepian Sungai Mahakam itu membutuhkan perhatian serius, terutama terkait aspek keamanan konstruksi karena posisinya yang berada di sepanjang tepian sungai.
“Kita harapkan juga seperti di sepanjang Teras Samarinda itu sesuai prosedur dan kualitasnya,”harap Helmi.
Selain itu, Helmi juga menyoroti pengelolaan Teras Samarinda oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga Samarinda yang dilaporkan baru mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp500 juta sepanjang tahun anggaran 2025
Dia minta agar manajemen Perumda itu segera berbenah dan memaksimalkan performa guna mendongkrak pendapatan kota pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki salah satu ikon baru kota Samarinda itu, seharusnya bisa dikonversi menjadi sumber PAD yang jauh lebih signifikan jika dikelola dengan strategi yang tepat.
“Kita akan lihat, sejauh mana fasilitas di sana selama dikelola pihak ketiga. Kalau prospeknya bagus, maka akan berdampak pada nilai investasi yang masuk ke Samarinda akan meningkat,”tegas Helmi Abdullah









