Pemira Fakultas Syariah UINSI Samarinda Diwarnai Kericuhan, SEMA Tegaskan Proses Penyelidikan Berjalan

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda – Proses perhitungan suara Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Fakultas Syariah UINSI Samarinda sempat diwarnai kericuhan di tengah jalannya tahapan penghitungan. Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan tersebut dipicu oleh kehadiran dan tindakan sejumlah pihak yang tergabung dalam tim sukses pasangan calon nomor urut 02.

Menariknya, sebagian besar tim sukses paslon 02 yang terlibat dalam dinamika di lokasi perhitungan diketahui berasal dari fakultas lain, bukan dari Fakultas Syariah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa, mengingat Pemira yang berlangsung merupakan agenda demokrasi internal Fakultas Syariah yang semestinya dijalankan secara kondusif dan terbatas pada unsur fakultas terkait.

Baca Juga :  Nasib Supir Kayu Berakhir Tragis di PN Samarinda, Gaji Tak Seberapa Berujung Bui Tuntutan 2,6 Tahun Denda 500 Juta.

Menanggapi isu dugaan adanya surat suara yang telah tercoblos sebelum proses pemungutan dan perhitungan selesai, pihak Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah menegaskan bahwa saat ini mereka masih melakukan penelusuran dan pendalaman terhadap temuan tersebut. SEMA menyatakan telah berkoordinasi dengan panitia Pemira, serta pihak-pihak terkait guna memastikan duduk perkara secara objektif.

SEMA juga menegaskan posisinya sebagai lembaga yang netral dan independen, serta berkomitmen menjaga integritas proses demokrasi mahasiswa dengan mengedepankan asas keadilan, transparansi, dan prosedural.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Berkomitmen untuk Terus Mengawal dan Mendorong Perbaikan Sistem Distribusi Air Bersih

Di tengah dinamika yang terjadi, kedua pasangan calon akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk melanjutkan proses Pemira. Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa perhitungan suara akan dilanjutkan pada pukul 13.00 WITA, dengan catatan seluruh kotak suara telah dipastikan kembali dalam kondisi steril dan aman, serta proses diawasi secara ketat oleh panitia dan saksi dari masing-masing pihak.

Dengan adanya kesepakatan ini, seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan mengedepankan kedewasaan demokrasi, agar Pemira Fakultas Syariah dapat berjalan sesuai dengan prinsip jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG
​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis
Rentenir Berkedok Investasi, Wanita di Samarinda Diduga Alami Kerugian Besar dan Motor Dirampas Pasutri: Jufri Musa Angkat Bicara
Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Samarinda Gelar Sosialisasi Hukum Acara PTUN di Kelurahan Teluk Lerong Ulu
AMAN Kaltim Dukung Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Husain Pimpin HIPMI PT Siap mempercepat Generasi Wirausahawan di Tingkat Mahasiswa
Nasib Supir Kayu Berakhir Tragis di PN Samarinda, Gaji Tak Seberapa Berujung Bui Tuntutan 2,6 Tahun Denda 500 Juta.
Gelar Gebyar Ramadhan UMKM, Adnan Faridhan Apresiasi Pemrov Kaltim
Berita ini 469 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:28 WIB

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:23 WIB

​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis

Jumat, 19 Desember 2025 - 00:27 WIB

Pemira Fakultas Syariah UINSI Samarinda Diwarnai Kericuhan, SEMA Tegaskan Proses Penyelidikan Berjalan

Senin, 8 Desember 2025 - 23:39 WIB

Rentenir Berkedok Investasi, Wanita di Samarinda Diduga Alami Kerugian Besar dan Motor Dirampas Pasutri: Jufri Musa Angkat Bicara

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:26 WIB

Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Samarinda Gelar Sosialisasi Hukum Acara PTUN di Kelurahan Teluk Lerong Ulu

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB