Rohim Nilai Revitalisasi Pasar Pagi Perlu Diawasi Ketat agar Tak Jadi Beban Baru Daerah

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda diminta tidak berhenti pada target pembangunan fisik semata. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengingatkan pentingnya pengawasan ketat agar proyek tersebut tidak menimbulkan persoalan lanjutan, baik dari sisi pengelolaan maupun beban anggaran daerah ke depan.

Rohim menilai, banyak proyek penataan fasilitas publik yang pada akhirnya justru memunculkan biaya operasional tinggi setelah rampung dibangun. Kondisi itu, menurutnya, harus diantisipasi sejak awal agar pasar tidak menjadi aset bermasalah bagi pemerintah kota.

“Jangan sampai setelah dibangun, pasar justru sulit dikelola dan menyedot anggaran rutin yang besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Isu Pendidikan ditengah Maraknya Eksploitasi SDA

Ia menekankan bahwa revitalisasi pasar bukan hanya soal membangun ulang, tetapi juga memastikan skema pengelolaan pascapembangunan berjalan realistis dan efisien. Tanpa perencanaan yang matang, fasilitas baru berisiko tidak optimal dimanfaatkan.

Rohim juga mengingatkan agar pemerintah kota memiliki perhitungan jelas terkait proyeksi pendapatan daerah dari Pasar Pagi setelah direvitalisasi. Menurutnya, pasar sebagai aset daerah seharusnya memberi kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi simbol proyek pembangunan.

“Kalau tidak dihitung dengan cermat, yang terjadi bisa sebaliknya: biaya perawatan lebih besar dari manfaat yang diterima daerah,” katanya.

Baca Juga :  Sunggono Minta Peringatan Merah Putih Sangasanga 2027 Gunakan Konsep Baru

Sebagai fungsi pengawasan, DPRD akan mencermati tahapan lanjutan proyek tersebut, termasuk sistem pengelolaan, skema retribusi, serta kesiapan perangkat pengelola pasar. Rohim menilai aspek-aspek itu sering luput dibahas karena fokus publik hanya tertuju pada bangunan.

Ia berharap revitalisasi Pasar Pagi benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi tata kelola aset daerah dan perekonomian kota, bukan menimbulkan masalah baru setelah proyek selesai.

“Pembangunan harus selesai bersamaan dengan kesiapan mengelola. Kalau tidak, pasar hanya akan tampak baru di luar, tapi rapuh di dalam,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU
Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan
Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar
Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain
Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN
Pemkab Kukar Perluas Dorongan Perlindungan bagi Pekerja
ASN Kukar Bisa Kuliah S3 di Jepang Lewat Program Beasiswa Daerah
Bupati Aulia Minta Pelaku Seni Tingkilan Diberi Ruang Tampil di Kegiatan Daerah
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 November 2026 - 20:29 WIB

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar

Minggu, 1 November 2026 - 19:09 WIB

Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain

Minggu, 1 November 2026 - 19:06 WIB

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Berita Terbaru

Diskominfo

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:31 WIB

Diskominfo

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:29 WIB

Diskominfo

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:06 WIB