SAMARINDA ( RADIUS KALTIM) – Pemerintah Kota Samarinda mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk memperbaiki bangunan SMP Negeri 2 yang terdampak kebakaran pada 1 April 2026 lalu. Sedikitnya delapan ruang kelas yang hangus terbakar menjadi fokus utama perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa saat ini proses perencanaan masih dalam tahap pembahasan intensif bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda serta instansi terkait lainnya. Pemerintah berupaya memastikan seluruh tahapan perbaikan dilakukan secara tepat sasaran dengan tetap mengedepankan efisiensi anggaran.
“Anggaran kurang lebih Rp2,1 miliar sudah diajukan. Namun kami mengarahkan agar dilakukan penghematan pada beberapa komponen bahan,” ujarnya di Balai Kota Samarinda, Rabu, 8 April 2026.
Menurut Andi, efisiensi masih memungkinkan dilakukan terutama pada aspek elektrikal dan desain arsitektural bangunan. Ia memperkirakan potensi penghematan dapat mencapai 5 hingga 10 persen dari total anggaran yang telah disusun.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak akan menyentuh struktur utama bangunan. Aspek kekuatan dan keamanan konstruksi tetap menjadi prioritas, mengingat bangunan tersebut akan digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik dalam jangka panjang.
“Struktur tidak boleh dikurangi karena menyangkut keselamatan. Namun untuk komponen seperti cat, plafon, atap, hingga keramik masih bisa disesuaikan dengan pilihan yang lebih ekonomis,” jelasnya.
Selain material bangunan, Andi juga menyoroti teknis pembangunan lantai. Ia menyarankan agar tidak menggunakan sistem dak beton atau cor dak karena dinilai tidak diperlukan untuk ruang kelas dengan beban relatif ringan. Penggunaan metode tersebut justru berpotensi menambah beban pada struktur bangunan.
Ia memastikan bahwa seluruh perencanaan tetap mengacu pada standar akuntansi serta spesifikasi teknis pembangunan infrastruktur pendidikan. Dengan demikian, kualitas bangunan tetap terjaga meskipun dilakukan penyesuaian pada beberapa komponen biaya.
“Pada dasarnya anggaran ini sudah efisien, tetapi masih ada ruang untuk menekan biaya dengan menggunakan material yang lebih sederhana namun tetap sesuai standar,” tambahnya.
Pemkot Samarinda berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan di SMP Negeri 2 dapat kembali berjalan optimal. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang aman, layak, dan berkualitas bagi masyarakat.









