Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti dan mengkerdilkan Rakyat”, KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim, Samarinda – Ketua KNPI Kota Samarinda, Ronni Hidayatullah, melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Ia menilai sejumlah keputusan terbaru berpotensi merugikan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi.

Menurut Ronni, dengan total APBD Kalimantan Timur yang mencapai Rp15,15 triliun, publik justru dihadapkan pada rencana pengurangan bahkan penghapusan bantuan keuangan (bankeu) untuk kabupaten/kota mulai 2026. Kebijakan tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat pemerataan pembangunan di daerah.

“Bankeu selama ini menjadi instrumen penting untuk mendukung pembangunan di kabupaten/kota. Jika dihapus, ini jelas akan memperlemah daerah, termasuk Samarinda,” ujarnya.

Baca Juga :  Novan Syahronny Soroti Keberadaan Anak Jalanan di Simpang Lampu Merah

Tak hanya itu, Ronni juga menyoroti perubahan drastis dalam perencanaan program pembangunan. Ia menyebut, dari sekitar 160 usulan program yang sebelumnya masuk dalam kamus perencanaan, kini dipangkas menjadi hanya 25 program prioritas gubernur.

“Ini bukan sekadar efisiensi, tapi sudah mengarah pada penyempitan aspirasi masyarakat. Program yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat justru tersingkir,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi kebijakan terkait jaminan layanan kesehatan, khususnya BPJS Kesehatan bagi 49.742 warga Samarinda. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat keterlaluan mengkerdilkan Ibu kota Samarinda, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang dijamin oleh konstitusi.

Baca Juga :  KNPI Samarinda Kecam Kenaikan Tarif PDAM: Jika Tak Dievaluasi, Kami Turun ke Jalan

“Kebutuhan dasar seperti kesehatan itu dijamin oleh UUD 1945 dan diperkuat dengan peraturan gubernur. Tapi sekarang justru dipangkas. Ini bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat,” katanya.

Ronni mengingatkan agar pengelolaan APBD tidak mengikuti pola pemangkasan yang terkesan dipaksakan dan mengorbankan program prioritas yang telah berjalan lama serta memiliki dasar regulasi yang jelas.

Ia bahkan menilai, kondisi ini mencerminkan situasi darurat kebijakan di tingkat provinsi.

“Artinya, Pemprov Kaltim saat ini berada dalam posisi darurat kebijakan. Keputusan-keputusan ini menyakiti hati masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Samarinda,” pungkasnya.

Berita Terkait

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, merespons keras pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, serta Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno Terkait Polemik Iuran BPJS Kesehatan
Pecahkan Rekor Baru, DPC Peradi SAI Samarinda Gelar Pembekalan Calon Advokat Sebanyak 78 Peserta
Perang yang Difitnah kan, Damai yang Dikhianati, Pater Marsel Agot, SVD: Pemberitaan Menyesatkan Publik
DPRD Samarinda Dorong Koperasi Berbasis Potensi Lokal agar Tak Sekadar Formalitas
KNPI Samarinda Kecam Kenaikan Tarif PDAM: Jika Tak Dievaluasi, Kami Turun ke Jalan
HIMA PL Gelar Aksi Peduli Lingkungan Kampus
ALIANSI PEDULI KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK MUARA BADAK GELAR AKSI DEMONSTRASI
BM DItempel Stiker Belum Bayar Pajak oleh Pemerintah, Anhar ; Satpol PP tidak Boleh Semena-mena
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:49 WIB

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, merespons keras pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, serta Tim Ahli Gubernur Kaltim, Sudarno Terkait Polemik Iuran BPJS Kesehatan

Minggu, 12 April 2026 - 19:17 WIB

Pecahkan Rekor Baru, DPC Peradi SAI Samarinda Gelar Pembekalan Calon Advokat Sebanyak 78 Peserta

Sabtu, 11 April 2026 - 13:26 WIB

Kebijakan Pemprov Kaltim Dinilai “Menyakiti dan mengkerdilkan Rakyat”, KNPI Samarinda Soroti Penghapusan Bankeu dan BPJS

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:42 WIB

Perang yang Difitnah kan, Damai yang Dikhianati, Pater Marsel Agot, SVD: Pemberitaan Menyesatkan Publik

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:29 WIB

DPRD Samarinda Dorong Koperasi Berbasis Potensi Lokal agar Tak Sekadar Formalitas

Berita Terbaru