IKN Dorong Dinamika Baru, Kaltim Hadapi Tantangan Swasembada Pangan

- Jurnalis

Jumat, 22 November 2024 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim masih didominasi oleh sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan. Meski demikian, ia optimistis Kaltim memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan berkat luasnya wilayah yang tersedia.

Ananda menegaskan perlunya pemerintah daerah menyusun database komprehensif sebagai langkah awal untuk mewujudkan ketahanan pangan. Menurutnya, data yang akurat dapat menjadi landasan penting untuk merancang cetak biru pertanian dan mendukung kebutuhan pangan IKN.

“Kita belum punya data konkret soal pertanian di setiap kabupaten/kota. Berapa luas lahannya? Bagaimana kualitas tanahnya, subur atau tidak? Cocoknya ditanami apa? Kalau kita punya database lengkap, saya yakin kita tidak perlu lagi mengandalkan pasokan dari luar. Kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” kata Ananda, Jumat (22/11/2024).

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kaltim Dampingi Pj Gubernur Tinjau Kesiapan Pilkada di Paser

Ia juga menyoroti potensi besar beberapa wilayah seperti Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) sebagai lumbung pangan Kaltim. Namun, ia yakin daerah lain juga memiliki peluang serupa jika dikelola dengan baik.

Untuk memperkuat swasembada pangan, Ananda mendorong pengembangan food estate sebagai salah satu solusi strategis. Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap program ini dan memastikan kebijakan yang berpihak pada petani lokal.

Baca Juga :  Salehuddin Soroti Pendidikan di Kaltim, Dorong Peningkatan Akses Bagi Anak Kurang Mampu

“Jika dilakukan dengan serius, food estate bukan hanya bisa memperkuat swasembada pangan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Jadi, semua pihak harus bergandengan tangan untuk mewujudkan ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama, selain eksploitasi sumber daya alam. “Kita harus mulai memetakan potensi dari hulu ke hilir, dengan menjadikan database sebagai fondasi utama,” tuturnya.

Dengan langkah-langkah ini, Ananda berharap Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penopang kebutuhan pangan IKN, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan lokal secara mandiri, sehingga mewujudkan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat. (adv).

Penulis : Herdi

Editor : Bustami

Berita Terkait

DPRD Samarinda Angkat Bicara Terkait Putusan MK Tentang IKN
Sengketa Lahan Sawit Antar Warga Desa Giri Agung Dengan Kelompok Tani Karya Etam Berakhir Usai Menerima Putusan PT Kaltim 
Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:49 WIB

DPRD Samarinda Angkat Bicara Terkait Putusan MK Tentang IKN

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:19 WIB

Sengketa Lahan Sawit Antar Warga Desa Giri Agung Dengan Kelompok Tani Karya Etam Berakhir Usai Menerima Putusan PT Kaltim 

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Berita Terbaru