RadiusKaltim. co, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim menegaskan infrastruktur publik yang telah selesai dibangun harus segera dioperasikan, agar manfaat sosial maupun ekonominya dapat dirasakan masyarakat.
“Kalau secara kontrak sebenarnya sudah harus selesai pada 2025. Maka di 2026 ini, harapan kita fasilitas itu sudah benar-benar beroperasi dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Rohim di DPRD Samarinda, Rabu (27/5/2026)
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, Teras Samarinda bukan sekadar proyek penataan tepian sungai, melainkan ruang publik baru yang disiapkan, dan memiliki fungsi strategis bagi aktivitas sosial dan ekonomi kota.
Lebih lanjut menurut Abdullah Rohim, bahwa Kawasan itu diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus penggerak perekonomian baru di kawasan Tepian Mahakam.
“Jangan sampai ada proyek yang sudah selesai dibangun, tetapi tidak bisa digunakan. Itu justru menjadi tidak optimal dan berpotensi mubazir,” pungkas Rohim.
Menurutnya keberhasilan proyek pemerintah tidak cukup hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar hidup dan bermanfaat buat masyarakat.
Tak hanya itu, DPRD meminta seluruh kendala teknis maupun administratif yang masih menghambat operasional kawasan itu segera diselesaikan sebelum dilakukan peresmian .
“Kalau memang ada hambatan, ya harus segera dicek dan diperbaiki. Jangan terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian,” tegas Rohim.
Selain itu, Komisi III juga menilai banyak pembangunan fisik yang selesai secara administratif, tetapi belum sepenuhnya difungsikan.
Rohim juga meminta pemerintah kota memastikan seluruh proyek yang masuk dalam tahun anggaran 2025 sudah selesai untuk segera dioperasikan tahun ini.
“Bukan hanya Teras Samarinda, tapi semua proyek. Mau itu kolam retensi, fasilitas publik, atau infrastruktur lainnya, kalau sudah selesai ya harus langsung difungsikan,” tegas Rohim.
Menurut Rohim, Pemkot tidak boleh berhenti pada capaian seremonial semata, melainkan harus memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kalau hanya selesai dibangun tapi tidak berfungsi, maka manfaatnya tidak dirasakan warga. Itu yang harus dihindari,” sebut Rohim.
Selain berfungsi sebagai ruang publik dan destinasi rekreasi warga, Teras Samarinda itu juga diharapkan menjadi magnet ekonomi baru bagi pelaku UMKM dan sektor wisata perkotaan.
Namun potensi tersebut hanya bisa tercapai, apabila operasional kawasan benar-benar berjalan optimal dan didukung pengelolaan yang berkelanjutan.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya proyek selesai, tetapi fasilitas yang benar-benar hidup, aman, nyaman, dan memberi manfaat ekonomi,”tutup Abdul Rohim.









