DPRD Kaltim Soroti Penunjukan Dewan Pengawas RS dari Luar Daerah, Gubernur Diminta Jaga Kepercayaan Publik

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 00:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan Gubernur Kalimantan Timur menunjuk dua akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sebagai Dewan Pengawas di dua rumah sakit milik pemerintah provinsi menuai perhatian DPRD Kaltim.

Kebijakan yang dinilai teknokratis itu disebut memiliki konsekuensi politik yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait persepsi publik terhadap komitmen pemerintah mengutamakan sumber daya manusia lokal.

Melalui dua Surat Keputusan gubernur, Syahrir A. Pasinringi ditetapkan sebagai Ketua Dewas RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, sementara Fridawaty Rivai ditunjuk menjadi Anggota Dewas RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Keduanya bukan berasal dari Kaltim, sehingga memicu pertanyaan publik mengenai apakah putra-putri daerah dianggap belum cukup layak menempati posisi strategis tersebut.

Baca Juga :  Akhmad Reza Fachlevi Ajak Pemuda Indonesia Perjuangkan Kembali Cita-Cita Bangsa pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-96

Anggota DPRD Kaltim, Subandi, menilai penunjukan Dewan Pengawas tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif dan profesionalitas, tetapi juga menyangkut legitimasi sosial.

Ia mengingatkan bahwa jabatan yang mendapat dukungan anggaran daerah semestinya memperhatikan rasa keadilan masyarakat.

“Bukan soal sah atau tidak sah. Ini soal rasa keadilan,” ujar Subandi Sabtu 29 November 2025.

Menurutnya, Kaltim memiliki banyak akademisi dan profesional dengan kompetensi yang memadai.

Karena itu, muncul pertanyaan mengapa mereka tidak ditempatkan dalam posisi pengawasan rumah sakit daerah.

DPRD menilai pemerintah perlu lebih peka terhadap persepsi publik, terutama ketika tuntutan penguatan peran SDM lokal semakin menguat. Penunjukan figur dari luar daerah dikhawatirkan dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintah kurang percaya pada kapasitas warganya sendiri, terlebih dalam isu pelayanan kesehatan yang bersifat sensitif.

Baca Juga :  Ferren Chrisan Nugraeni, Sosok Inspiratif di Dunia Basket Kaltim Raih Juara 1 di Piala Gubernur Kaltim 2024

Subandi mendorong gubernur mengevaluasi kembali keputusan tersebut agar kebijakan serupa di masa depan tidak memicu kegaduhan yang tidak perlu.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan rumah sakit memang penting, tetapi tidak boleh mengabaikan rasa kepemilikan masyarakat terhadap institusi publik.

“Rumah sakit daerah milik masyarakat Kaltim. Logis jika masyarakat ingin melihat putra-putri daerah terlibat lebih besar dalam pengawasannya,” ujarnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini di Samarinda, Adnan Faridhan ; Pemkot Tak Gegebah Lakukan Penertiban
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru