DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Dasar Regulasi Program Gratispol

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program pendidikan gratis dan bantuan biaya kuliah di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian DPRD.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai program yang menyasar ribuan pelajar dan mahasiswa itu belum ditopang regulasi yang memadai sehingga rawan menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Menurut Agusriansyah, pemerintah provinsi harus memastikan setiap kebijakan yang berdampak luas memiliki landasan hukum dan mekanisme pelaksanaan yang jelas.

Ia mengingatkan agar Pemprov tidak tergesa-gesa menjalankan program tanpa peta aturan yang tertata.

“Program ini bagus, tetapi perlu regulasi yang solid. Jangan sampai ke depan muncul masalah hukum maupun sosial,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga :  Dispora Kaltim Terapkan Sport Science dan Sport Intelligence untuk Persiapan Atlet Internasional

Agusriansyah menjelaskan, sejumlah kendala teknis masih muncul di lapangan. Salah satu yang sering dikeluhkan adalah ketidaksesuaian antara kuota penerima bantuan dan data mahasiswa yang dikeluarkan perguruan tinggi.

Situasi tersebut memicu kebingungan, bahkan kekecewaan di kalangan mahasiswa serta orang tua.

Persyaratan domisili minimal tiga tahun di Kaltim juga dinilai tidak selalu mudah dipenuhi. Banyak mahasiswa masih tercantum di kartu keluarga orang tua dan belum memiliki KTP sesuai alamat domisili yang dipersyaratkan.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Soroti Lonjakan Keluhan Warga soal Fasilitas Umum, Novan Minta Evaluasi Menyeluruh

“Hal ini perlu dipertimbangkan secara matang. Jangan sampai bermasalah saat verifikasi administratif,” katanya.
Ia mendorong Pemprov Kaltim melakukan evaluasi menyeluruh, tak hanya dari sisi akses pendidikan, tetapi juga kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kerja di masa depan.

Menurutnya, penyelarasan jurusan dan kompetensi penting agar lulusan benar-benar memiliki peluang kerja.

“Kita harus memikirkan output dan outcome. Jangan hanya memastikan mahasiswa bisa kuliah, tetapi kemudian kesulitan mencari pekerjaan setelah lulus,” tegasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain
Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN
Pemkab Kukar Perluas Dorongan Perlindungan bagi Pekerja
ASN Kukar Bisa Kuliah S3 di Jepang Lewat Program Beasiswa Daerah
Bupati Aulia Minta Pelaku Seni Tingkilan Diberi Ruang Tampil di Kegiatan Daerah
Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hentikan Kukar Kaya Festival
Aji Ali Husni Minta Atlet Kukar Jaga Mental dan Sportivitas
Ikuti Lima Kejuaraan Olahraga di Kaltim, Kukar Kirim 2500 Atlet
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:09 WIB

Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain

Minggu, 1 November 2026 - 19:06 WIB

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Minggu, 1 November 2026 - 19:03 WIB

Pemkab Kukar Perluas Dorongan Perlindungan bagi Pekerja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:57 WIB

ASN Kukar Bisa Kuliah S3 di Jepang Lewat Program Beasiswa Daerah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Bupati Aulia Minta Pelaku Seni Tingkilan Diberi Ruang Tampil di Kegiatan Daerah

Berita Terbaru

Diskominfo

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:06 WIB

Diskominfo

Pemkab Kukar Perluas Dorongan Perlindungan bagi Pekerja

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:03 WIB

Diskominfo

ASN Kukar Bisa Kuliah S3 di Jepang Lewat Program Beasiswa Daerah

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:57 WIB