RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Samarinda mengusulkan agar Pemkot Samarinda menghadirkan angkutan massal bus sekolah untuk antar jemput para siswa dan pelajar di kota Samarinda. Usulan itu merespons adanya aturan dari Dinas Perhubungan Samarinda yang dikeluarkan pada April 2026 lalu terkait larangan penggunaan motor bagi pelajar ke sekolah. Alasannya, menggangu kelancaran lalu lintas dan berisiko kecelakaan, terlebih lagi siswa/pelajar belum memiliki SIM.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar menegaskan, kebijakan larangan ini harus dibarengi dengan solusi konkret dari pemerintah daerah. Menurutnya, sudah saatnya Samarinda bertransformasi dengan menghadirkan moda transportasi massal yang terintegrasi, khususnya berupa bus sekolah dan angkutan pengumpan atau penghubung (feeder).
“Sudah saatnya Samarinda memiliki moda transportasi massal. Ada beberapa ruas jalan kecil di Kota Samarinda yang tidak bisa dilalui oleh bus, tapi mungkin bisa dilalui oleh feeder,” kata Deni, Jumat (29/5/2026)
Deni menjelaskan, dia telah berkoordinasi bersama Dishub Samarinda, agar pengadaan bus sekolah menjadi prioritas utama, dan rencana itu dimatangkan sebelum direalisasikan.
“Kami sampaikan, kita tidak mesti membeli atau pengadaan baru. Kita bisa dengan skema buy the service (BTS) (subsidi). Tapi kembali lagi ke pemerintah kota punya skemanya seperti apa, kami tinggal melihat dan mendukung,”pungkas Deni.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini, Pemkot Samarinda disarankan mulai merancang jalur bus sekolah secara bertahap.
“Kita bisa memulai dengan satu sampai dua jalur, atau sampai empat jalur saja, tidak mesti langsung banyak,” jelas Deni.
Selain armada bus untuk jalur utama, Deni juga menyoroti pentingnya optimalisasi angkutan kota (Angkot) sebagai feeder untuk menjangkau kawasan permukiman dan sekolah, yang berada di gang atau jalan sempit yang tidak bisa dilewati bus.
“Di dalam Samarinda ini masih banyak ruas-ruas jalan kecil itu bisa menggunakan angkot, tapi yang dalam kondisi baik dan punya izin trayek yang masih aktif,” tutur Deni Hakim Anwar.









