Anhar Soroti Minimnya Serapan Tenaga Kerja Lokal di Berbagai Proyek Infrastruktur Samarinda

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar

RadiusKaltim.co, Samarinda – Kondisi itu dinilai kontradiktif dengan banyaknya proyek pembangunan di daerah menggunakan anggaran yang besar, namun justru mendatangkan banyak tenaga kerja dari luar daerah untuk mengerjakannya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar menerangkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Samarinda masih bertengger di angka 5,75 persen pada tahun 2025.

Menurut Anhar, besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum memberikan dampak kesejahteraan yang signifikan bagi warga Samarinda.

Dengan APBD Samarinda yang menyentuh angka Rp5,1 triliun pada tahun 2025, angka pengangguran seharusnya bisa ditekan secara masif. Begitu pula pada tahun 2026, meski APBD menyusut menjadi Rp3,1 triliun, pemanfaatan anggaran untuk masyarakat lokal wajib dilakukan secara maksimal.

“TPT kita masih lumayan tinggi, sedangkan sumbangsih APBD terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kurang lebih sekitar 7 sampai 8 persen terhadap pergerakan perekonomian kita,” kata Anhar, ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (30/5/2026)

Baca Juga :  Ingatkan Masyarakat Tak Dirikan Gerai Diatas Trotoar, Markaca ; Akan Menganggu Ketertiban Umum

Tak hanya itu, Anhar kemudian membandingkan kondisi Samarinda dengan kota tetangga, Balikpapan. Dia mempertanyakan angka pengangguran di Samarinda yang masih tergolong tinggi, di sela keberlangsungan proyek fisik bernilai ratusan miliar rupiah di ibu kota Provinsi Kaltim ini.

“Kalau kita melihat, program pembangunan pemerintah cukup banyak seperti Teras Samarinda, Terowongan (Tunnel) Samarinda, dan proyek lainnya. Tetapi serapan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek tersebut sangat minim,” ujar Anhar.

Dia juga melihat kebanyakan proyek-proyek pembangunan di Samarinda justru lebih banyak melibatkan pekerja dan material dari luar daerah. Kondisi inilah membuat proyek bernilai ratusan miliar tersebut tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Seperti pembangunan Terowongan Samarinda, mayoritas pekerjanya dari luar daerah. Belanja barangnya juga dari Surabaya dan Jakarta. Otomatis perputaran ekonominya tidak di daerah sendiri,” jelas Anhar.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Minta Pemerataan Anggaran Sekolah untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, menurut Anhar Dampak dari itu membuat Samarinda kehilangan potensi pendapatan daerah yang besar dari sektor pajak transaksi.

“Transaksinya di sana (luar Samarinda), maka pajaknya masuk ke luar daerah juga. Samarinda tidak dapat apa-apa,” cetusnya.

Anhar kemudian membandingkan kondisi ekonomi masyarakat Samarinda dengan Balikpapan. Berdasarkan data yang dia punya, sumbangsih APBD terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Samarinda berkisar 7-8 persen. Ketimpangan ini jelas pada pendapatan per kapita.

“Per kapita kita hanya di angka Rp85 juta per tahun atau sekitar Rp6 juta-Rp7 juta per bulan. Dibandingkan dengan Balikpapan per kapitanya sudah menembus Rp222 juta per tahun atau setara Rp16 juta-Rp17 juta per bulan,” sebutnya.

Melihat tingginya angka pengangguran terbuka di Samarinda ini, Pemerintah Kota Samarinda diharapkan kembali memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan belanja material di dalam daerah, untuk menekan tingginya angka pengangguran.

Berita Terkait

Buntut Dari Pemadaman Listrik Bergilir Di Kaltim, IMM Cabang Samarinda Geruduk Kantor PLN Serta Desak Pihak PLN Beri Solusi
Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Buntut Dari Pemadaman Listrik Bergilir Di Kaltim, IMM Cabang Samarinda Geruduk Kantor PLN Serta Desak Pihak PLN Beri Solusi

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Berita Terbaru