RADIUSKALTIM SAMARINDA- Tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan, terutama akibat aktivitas kendaraan berat seperti truk kontainer yang masih melintas di dalam kota.
Kondisi ini tidak hanya memicu kepadatan, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan lain, khususnya kendaraan pribadi.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua (HMT) Manalu, mengungkapkan bahwa sejumlah insiden kecelakaan yang terjadi belakangan ini memang banyak melibatkan kendaraan pribadi. Menurutnya, tingginya mobilitas angkutan barang di jalan perkotaan tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
“Kalau dilihat dari kejadian, banyak kecelakaan melibatkan kendaraan pribadi. Tapi tetap harus kita evaluasi secara menyeluruh, termasuk faktor jalan, rambu, dan kondisi kendaraan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, HMT Manalu menjelaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas bukan menjadi kewenangan Dishub, melainkan berada di bawah aparat kepolisian sesuai ketentuan perundang-undangan.
Oleh sebab itu, pihaknya lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan melalui sosialisasi serta penataan sistem transportasi di dalam kota.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pemindahan aktivitas pergudangan dari kawasan dalam kota ke wilayah Palaran.
Menurutnya HMT Manalu, persoalan utama berada di hulu, yakni keberadaan gudang yang masih tersebar di area perkotaan sehingga memicu keluar masuknya truk kontainer dan praktik parkir di badan jalan.
“Masalah utamanya ada di hulu yakni pergudangan yang masih berada di dalam kota. Ini menyebabkan kendaraan kontainer keluar masuk dan parkir di badan jalan,” jelasnya.
HMT Manali menambahkan, usulan relokasi pergudangan ke Palaran telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu dan kembali diperkuat dalam rapat bersama DPRD.
“Kalau pergudangan dipindahkan distribusi bisa diatur. Dari pelabuhan langsung ke Palaran, lalu menggunakan kendaraan kecil masuk ke kota,” Tutupnya. (ADV)
(FOTO: kepala Dishub Kota Samarinda, HMT Manalu/doc)









