Nasib Supir Kayu Berakhir Tragis di PN Samarinda, Gaji Tak Seberapa Berujung Bui Tuntutan 2,6 Tahun Denda 500 Juta.

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda- Paiman bin pairi merupakan seorang supir angkut kayu asal tenggarong seberang harus berurusan dengan hukum di Pengadilan Negeri Samarinda (PN Samarinda)

‎Paiman sapaan akrabnya, bekerja sebagai supir angkut kayu demi menafkahi keluarga kecilnya kini harus berhenti dengan kasus yang menimpanya saat ini.

‎barang bukti yang disita negara antara lain 1 unit truk Isuzu NMR 71T HD warna putih bernomor Polisi KT 8995 NH, ratusan keping kayu olahan jenis Meranti Merah, Keruing, dan Kapur dengan volume lebih dari 7,3 meter kubik, serta satu Ponsel Vivo warna biru metalik.A

‎Semua barang tersebut dirampas untuk negara. Sementara itu, beberapa dokumen seperti SKSHHK-KO Nomor KO.B.1119509, daftar kayu olahan, serta hasil lacak dari SIPUHH Online tetap dilekatkan dalam berkas perkara sebagai alat bukti administratif.

Baca Juga :  PC IMM Samarinda Gelar Pelatihan Instruktur Dasar, Perkuat Kualitas Kader dan Kepemimpinan Ikatan

‎Jaksa menilai Paiman terbukti bersalah melanggar Pasal 88 ayat (1) huruf a junto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, karena mengangkut kayu menggunakan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) yang diduga palsu.

‎kemudian Jaksa menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Paiman Bin Pairi dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan, dikurangi selama berada dalam tahanan, serta denda sebesar Rp500 Juta Subsider tiga bulan kurungan.

‎Tim kuasa hukum Jmj & partner yang dipimpin Jafri. Musa S.H menilai jaksa tak punya hati dengan memberikan tuntutan tanpa melihat analisis hukum.

Baca Juga :  Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Samarinda Gelar Sosialisasi Hukum Acara PTUN di Kelurahan Teluk Lerong Ulu

‎”Melihat tuntutan hukuman yang d berikan oleh jaksa merupakan cerminan hukum dari lemahnya analisis hukum,” ucap Jafri.

‎Ia menjelaskan, bahwa dalam setiap peristiwa pidana, mustahil dilakukan oleh satu orang saja. Ada rantai peran yang harus dianalisis. Paiman hanyalah sopir biasa berada di posisi paling bawah dari rantai itu. Memberi sanksi seolah-olah dia pelaku utama justru bentuk ketidakadilan.

‎Kata dia, Sidang kasus Paiman akan kembali dilanjutkan Rabu, 15 Oktober 2025, dengan agenda pembacaan pledoi dari pihak pembela.

‎Jafri berharap saat sidang pembelaan majelis hakim dapat mempertimbangkan analisis hukum sehingga tidak memberatkan langkah Paiman,sebab ia hanya orang biasa bekerja sebagai supir bukan seorang koruptor.

‎

‎

‎

‎

‎

‎

Berita Terkait

DPRD Samarinda Dorong Target PAD 2027 Harus Naik
DPRD Samarinda Desak Pengawasan Truk Angkutan Diperketat, Tumpahan Material Dinilai Ancam Keselamatan Pengendara
Anggaran Terbatas Hambat Pengembangan Pariwisata Samarinda, DPRD Dorong Strategi Berkelanjutan
Komisi IV Desak Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas Pembangunan
Relokasi Terminal Penumpang ke Palaran Dinilai Mampu Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Sri Puji Astuti: Pembelajaran Jarak Jauh akibat Kabut Asap Belum Efektif bagi Semua Siswa
Samri Shaputra Soroti Perizinan Reklame, Pemkot Samarinda Diminta Cegah Kebocoran PAD
Deni Hakim Anwar Soroti Kawasan Resapan Air, Pembangunan Perumahan Harus Dievaluasi
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:36 WIB

DPRD Samarinda Dorong Target PAD 2027 Harus Naik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

DPRD Samarinda Desak Pengawasan Truk Angkutan Diperketat, Tumpahan Material Dinilai Ancam Keselamatan Pengendara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Anggaran Terbatas Hambat Pengembangan Pariwisata Samarinda, DPRD Dorong Strategi Berkelanjutan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Komisi IV Desak Pemerataan Pendidikan, Sekolah Pinggiran Diminta Jadi Prioritas Pembangunan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Relokasi Terminal Penumpang ke Palaran Dinilai Mampu Ciptakan Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru

Diskominfo

Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:52 WIB

Diskominfo

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:31 WIB

Diskominfo

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:29 WIB