RADIUSKALTIM SAMARINDA- Ratusan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda bekerja sepanjang malam membersihkan sisa demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Kantor DPRD Kaltim, Selasa (21/4/2026).
Sebanyak 200 personel dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari petugas kebersihan, tim taman, operator armada, hingga penyapu jalan yang bekerja secara terpadu di sejumlah titik terdampak aksi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan proses pembersihan dilakukan segera setelah situasi dinyatakan aman dan massa membubarkan diri. Petugas langsung diterjunkan untuk memastikan area publik kembali layak digunakan masyarakat.
“Setelah kondisi dinyatakan zona hijau, tim langsung bergerak menggunakan armada dan sweeper. Kami upayakan semaksimal mungkin agar area depan kantor gubernur dan DPRD segera bersih kembali,” Ungkapnya kepada awak media.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, menjelaskan pihaknya menerapkan pola post action cleaning, yakni pembersihan dilakukan setelah massa benar-benar bubar agar pekerjaan lebih efektif tanpa hambatan di lapangan.
Di kawasan Jalan Teuku Umar, DLH menyiapkan sekitar 60 karung sampah sebagai langkah antisipasi. Petugas juga menyisir jalur yang dilalui massa, termasuk kawasan Islamic Center Samarinda dan Teras Samarinda.
“Petugas kami langsung masuk untuk sterilisasi agar residu pembakaran dan sampah botol plastik segera tertangani,” jelas Taufiq.
DLH mencatat jenis sampah yang paling banyak ditemukan berupa botol minuman, sisa makanan, hingga residu pembakaran ban. Seluruh kawasan kini dipastikan telah bersih, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
DLH juga mengimbau peserta aksi agar lebih peduli terhadap kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, demi menjaga ruang publik tetap nyaman.









