Andriansyah Soroti Akar Krisis Sampah: Edukasi Publik Lebih Penting dari Penindakan

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, menyatakan bahwa persoalan sampah di kota ini tak akan selesai hanya dengan pembangunan infrastruktur atau regulasi semata. Menurutnya, kunci utama justru terletak pada kesadaran kolektif warga dalam membangun budaya bersih secara mandiri.

“Kita sering mengira masalah sampah bisa dituntaskan lewat teknologi atau aturan tegas. Padahal, masalah utamanya adalah rendahnya kesadaran kita sendiri terhadap tanggung jawab lingkungan,” ujar Andriansyah.

Ia menilai, upaya pemerintah dalam membangun TPS, menambah armada angkut, atau merancang peraturan daerah, belum cukup apabila masyarakat masih bersikap pasif. Tanpa partisipasi dari tingkat rumah tangga, program pengelolaan sampah akan terus menghadapi hambatan.

Baca Juga :  Sani Bin Husain Nilai ada Dugaan Kecurangan Minyak Goreng Bersubsidi Merk MinyaKita

“Selama pola pikir membuang sampah sembarangan dianggap wajar, maka sebaik apa pun fasilitas yang disediakan, tetap akan gagal,” tegasnya.

Andriansyah menekankan perlunya pendekatan edukatif yang konsisten, baik melalui sekolah, komunitas, maupun media sosial. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan memilah sampah sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kampanye musiman.

“Kalau masyarakat mulai terbiasa memilah dan mengurangi sampah dari rumah, beban kota juga akan berkurang. Ini bukan tanggung jawab satu pihak, tapi gotong royong semua,” jelasnya.

Meski DPRD saat ini juga tengah mendorong revisi regulasi terkait larangan pembuangan sampah sembarangan, Andriansyah menilai sanksi tidak bisa berdiri sendiri. Regulasi hanya akan efektif jika diiringi perubahan sikap masyarakat.

Baca Juga :  Program MBG sudah diterapkan Dibeberapa Sekolah, Samri ; Masyarakat Lebih Membutuhkan Pendidikan Gratis

“Kami siapkan aturannya, tapi yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran. Regulasi hanya alat bantu. Perubahan nyata datang dari kemauan warga,” katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa krisis lingkungan yang terjadi di banyak kota bukan hanya akibat kekurangan fasilitas, melainkan karena tidak adanya tanggung jawab kolektif dari pelaku dan konsumen sampah itu sendiri.

“Sampah tidak pernah hilang. Ia hanya berpindah tempat. Maka pertanyaannya, maukah kita jadi bagian dari solusi, atau tetap jadi bagian dari masalah?” tutupnya.

 

Berita Terkait

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim
KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG
​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis
KNPI Samarinda Desak Polisi Usut Tuntas Tabrak Lari, Diduga Bus Tambang Loajanan Kukar
DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah
DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan
DPRD Samarinda Minta Pemerataan Anggaran Sekolah untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
DPRD Samarinda Siapkan Aturan Baru Ketenagakerjaan untuk Tekan Konflik Industrial
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:16 WIB

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:28 WIB

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:23 WIB

​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:09 WIB

DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:05 WIB

DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB