RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai perlunya sistem deteksi dini yang lebih kuat untuk mencegah penularan penyakit yang mudah merebak di lingkungan sekolah maupun permukiman padat. Penilaian ini muncul setelah sejumlah puskesmas melaporkan meningkatnya kunjungan anak dengan gejala demam, batuk, dan ruam yang mirip infeksi virus.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan bahwa kondisi kota dengan mobilitas tinggi membuat risiko penularan penyakit menular jauh lebih besar. Karena itu, fokus pemerintah tidak boleh hanya pada program imunisasi, tetapi juga pada mekanisme pemantauan kesehatan yang cepat dan terintegrasi.
“Begitu ada gejala yang sama muncul di beberapa titik, sekolah dan puskesmas harus langsung melakukan pelacakan sederhana. Penanganan cepat membuat penyebaran bisa dicegah sebelum meluas,” ujarnya.
Menurut Sri Puji, lingkungan sekolah merupakan salah satu lokasi dengan interaksi paling intens, sehingga perlu ada alur pelaporan yang memadai. Guru, orang tua, dan tenaga kesehatan harus saling terhubung melalui kanal informasi yang aktif.
“Banyak orang tua kadang mengira demam biasa. Padahal, tanpa pelaporan yang baik, fasilitas kesehatan jadi terlambat mengambil tindakan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan layanan di permukiman padat penduduk yang sering kali mengalami keterbatasan akses informasi kesehatan. Kader posyandu dan perangkat kelurahan diminta aktif memantau anak-anak yang menunjukkan gejala infeksi.
“Kalau hanya mengandalkan program rutin, selalu ada celah. Pemantauan di lapangan harus diperkuat agar tidak ada kasus yang luput,” tegasnya.
Komisi IV mendorong Pemkot Samarinda menyusun protokol respons cepat untuk penyakit menular anak, termasuk alur komunikasi dengan sekolah dan masyarakat. Protokol ini mencakup edukasi sederhana mengenai tanda-tanda penyakit infeksi, cara mencegah penularan, serta peran keluarga dalam pemantauan dini.
“Kesehatan anak itu bukan hanya urusan puskesmas, tapi urusan semua pihak. Kita butuh mekanisme yang membuat warga cepat paham dan cepat melapor,” tambah Sri Puji.
DPRD memastikan akan mengawal dukungan anggaran untuk program yang memperkuat kesiapsiagaan daerah, terutama pada fasilitas primer seperti puskesmas dan posyandu. Langkah ini diharapkan mampu menekan peluang merebaknya penyakit menular serta menjaga kesehatan generasi muda di Kota Tepian.









