DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Etos Kerja Sebagian ASN Pemda

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

RadiusKaltim. co, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar menyebut kondisi itu kebanyakan terjadi di instansi pemerintahan. Tidak sedikit dari ASN yang hanya datang pada pagi hari untuk mengisi daftar hadir, lalu menghilang tanpa kejelasan tugas, dan baru kembali muncul di kantor saat jam pulang kantor.

“ASN produktivitas kerjanya sampai jam 12, setelah itu sudah. Mereka hanya menghabiskan waktu, tapi bobot atau kinerja kerjanya tidak maksimal. Kerja bentar, pulang, begitu mau absen sidik jari baru datang lagi,”pungkas Anhar, Kamis (3/6/2026)

Anhar menjelaskan, Kondisi ini berpotensi menjadi penyebab pelayanan publik berjalan lambat dan tidak efektif. Sebab, kehadiran pegawai seharusnya tidak hanya diukur dari absensi, melainkan dari capaian kerja dan produktivitas.

Baca Juga :  DPRD Ingatkan Pemkot Tidak Panik Hadapi Tekanan Fiskal: “Fokus Pada Dampak Nyata”

Selain itu, Anhar melihat penurunan etos kerja ini juga terjadi di perusahaan swasta, khususnya kepada para pegawai yang sudah berstatus karyawan tetap. Kebanyakan dari mereka produktivitas kerjanya menurun, dibanding saat awal bekerja.

Sebaliknya, dia melihat tenaga kontrak maupun outsourcing justru menunjukkan semangat kerja yang lebih tinggi. Hal itu karena keberlangsungan kontrak kerja mereka sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala.

“Tetapi kalau dia tenaga outsourcing, kan perpanjangan kontraknya berdasarkan penilaian kinerjanya yang dilakukan per tiga bulan. Jadi mereka harus bersungguh-sungguh,” jelasnya.

Baca Juga :  Polemik Air Bersih Kian Marak, Begini Tanggapan DPRD Samarinda

Dengan sistem evaluasi berkala terhadap tenaga outsourcing, membuat para pekerja lebih disiplin, tepat waktu, dan berusaha menunjukkan hasil kerja terbaik agar kontrak mereka tetap diperpanjang.

Untuk itu, Anhar meminta pemerintah lebih menghargai tenaga mereka dan membuka peluang bagi tenaga outsourcing yang memiliki kinerja baik, untuk diangkat menjadi pegawai tetap.

“Kalau menjadi pegawai tetap tentu gajinya Rp3 juta per bulan dan kerjanya berkepanjangan. Karena selama ini mereka bekerja hanya mengikuti kontrak yang diperpanjang per tiga bulan,” tegas Anhar.

Berita Terkait

Buntut Dari Pemadaman Listrik Bergilir Di Kaltim, IMM Cabang Samarinda Geruduk Kantor PLN Serta Desak Pihak PLN Beri Solusi
Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Buntut Dari Pemadaman Listrik Bergilir Di Kaltim, IMM Cabang Samarinda Geruduk Kantor PLN Serta Desak Pihak PLN Beri Solusi

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Berita Terbaru