Lonjakan Penyakit Tidak Menular Jadi Isu Serius, DPRD Dorong CKG Difokuskan pada Pencegahan Risiko

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung kini menjadi isu kesehatan publik yang lebih mendesak dibanding sekadar meningkatkan jumlah layanan pengobatan. Dewan menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) harus diarahkan menjadi instrumen utama untuk memetakan risiko penyakit warga sejak dini.

Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menyebut persoalan terbesar kota ini bukan pada banyaknya warga berobat, tetapi pada minimnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan rutin. Menurutnya, tanpa strategi pencegahan yang kuat, beban layanan kesehatan akan terus meningkat setiap tahun.

“Kita berhadapan dengan pola penyakit yang makin bergeser. Masalahnya bukan hanya mereka yang sakit, tetapi mereka yang belum sadar bahwa dirinya berisiko. Isu ini yang harus kita tangani,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Nilai kebijakan Kemendikdasmen kontradiktif dengan Realita Kurikulum yang Ada

Celni menilai Program CKG selama ini masih dipersepsikan sebagai layanan cek sesaat, padahal bisa diperluas menjadi alat pemetaan kesehatan kota. Dari data pemeriksaan inilah pemerintah dapat membaca tingkat kerentanan masyarakat per wilayah, menentukan prioritas penanganan, dan menyusun kampanye kesehatan yang lebih tepat sasaran.

“Kalau data risikonya kuat, kita bisa tahu wilayah mana yang rawan hipertensi, mana yang tinggi kasus diabetes, dan siapa saja yang perlu intervensi cepat. Program ini harus jadi tulang punggung deteksi dini,” tegasnya.

Ia mendorong agar CKG tidak berhenti pada pemeriksaan tekanan darah atau gula darah, melainkan dikembangkan dengan skrining lanjutan, konseling risiko, edukasi gaya hidup, hingga rujukan cepat ke fasilitas kesehatan jika ditemukan indikasi penyakit serius.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Rencanakan Lounching Grand Design Kepemudaan

“Masyarakat harus merasa bahwa pemeriksaan ini bukan hanya formalitas, tapi pintu masuk untuk mencegah penyakit lebih berat,” tambahnya.

DPRD juga meminta agar penyebaran informasi mengenai CKG lebih agresif, terutama melalui kelurahan, RT, posyandu, hingga komunitas warga. Celni menegaskan bahwa isu kesehatan tidak akan tertangani jika akses informasi hanya berputar pada kelompok tertentu.

“Kita ingin pencegahan menjadi budaya, bukan kegiatan musiman. Semua warga harus merasa punya akses yang sama untuk menjaga kesehatannya,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru