Minim Suara Anak Muda dalam Kebijakan Kota, DPRD Dorong Mekanisme Partisipasi Baru

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai rendahnya keterlibatan generasi muda dalam proses perumusan kebijakan publik telah menjadi salah satu isu krusial yang membuat agenda pembangunan kota kurang responsif terhadap kebutuhan zaman. Dewan menyebut, banyak kebijakan lahir tanpa mempertimbangkan perspektif kelompok usia produktif yang justru paling terdampak oleh arah pembangunan.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Hermiansyah, menyatakan bahwa persoalan utamanya bukan pada kurangnya ruang diskusi, melainkan absennya mekanisme formal yang benar-benar membuka pintu bagi mahasiswa dan komunitas muda untuk ikut menentukan agenda kebijakan.

“Kita sering mengajak anak muda berdialog, tetapi suara mereka belum terlembagakan. Inilah isu yang harus dibenahi. Representasi mereka masih lemah dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Etos Kerja Sebagian ASN Pemda

Hermiansyah menilai, pendekatan pemerintah daerah terhadap partisipasi publik masih bersifat seremonial. Ia menegaskan perlunya platform konsultasi kebijakan yang berkelanjutan, bukan sekadar forum yang berhenti setelah satu kegiatan selesai.

“Kalau kita ingin kebijakan yang relevan, masukan anak muda harus masuk sejak awal, bukan setelah rancangan jadi. Mereka harus dilibatkan dalam proses, bukan hanya diundang untuk mendengar,” tegasnya.

DPRD mendorong agar ke depan disusun mekanisme partisipasi tematik yang mengundang mahasiswa dan akademisi muda untuk memberikan analisis berbasis data, terutama terkait isu-isu yang langsung bersentuhan dengan generasi produktif, seperti lapangan kerja, pendidikan, kesehatan mental, dan ruang kreativitas.

Baca Juga :  Junaidi Himbau Masyarakat Kaltim untuk Manfaatkan Fasilitas Publik Olahraga tanpa Membuat Kerusakan

“Kebijakan akan jauh lebih kuat bila didukung riset dan perspektif generasi yang tumbuh di era digital. Ini bukan hanya soal mendengar aspirasi, tapi memastikan suara mereka mempengaruhi keputusan,” tambah Hermiansyah.

Ia menekankan bahwa DPRD siap menjadi jembatan untuk memperkuat representasi tersebut, termasuk mendorong rancangan regulasi yang membuka partisipasi warga muda secara terstruktur.

“Kita ingin sistem yang memungkinkan energi, kritik, dan kreativitas anak muda benar-benar masuk ke dapur kebijakan kota. Itu kuncinya,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru