Yusrul Hana: Bukan Sekadar Target PAD, Melainkan Ketergantungan Daerah pada Belanja Tidak Produktif

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai persoalan utama dalam pembahasan perubahan APBD bukan lagi soal besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi dominasi belanja tidak produktif yang terus membebani kapasitas fiskal kota. Dewan menegaskan, kemandirian fiskal tidak akan tercapai jika struktur belanja daerah masih dikuasai biaya rutin yang tidak menghasilkan manfaat jangka panjang.

Anggota DPRD Samarinda, Moh Yusrul Hana, menyatakan bahwa isu yang harus diprioritaskan adalah keberanian pemerintah daerah mengurangi belanja yang tidak memberikan nilai tambah bagi publik. Menurutnya, penekanan pada pencapaian PAD kerap menutupi persoalan mendasar: kualitas pengelolaan anggaran yang belum efisien.

“Selama belanja daerah masih lebih banyak terserap untuk hal-hal rutin, kemandirian fiskal hanya akan menjadi jargon. Isunya bukan angka penerimaan, tapi apakah kita mampu mengatur pengeluaran dengan benar,” ujarnya.

Baca Juga :  Samri Sebut RUU TNI Mampu Berikan Perlindungan Kepada Masyarakat

Yusrul menilai, sebagian besar keluhan masyarakat muncul karena layanan publik tidak sebanding dengan besaran anggaran yang digelontorkan. Ia menyoroti bahwa perencanaan program pemerintah sering kali tidak berbasis kebutuhan riil masyarakat, sehingga belanja daerah kehilangan daya dorong terhadap ekonomi lokal.

“Yang dibutuhkan warga adalah layanan cepat dan infrastruktur memadai. Kalau alokasi anggarannya tidak diarahkan ke sana, maka sebesar apa pun PAD tidak akan memberi dampak,” tegasnya.

DPRD mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan audit internal terhadap pos-pos belanja yang dianggap menyedot anggaran, namun minim kontribusi terhadap pembangunan. Reformasi belanja menjadi kunci agar Samarinda dapat memperkuat kapasitas fiskalnya tanpa harus menaikkan beban pajak ke masyarakat.

Baca Juga :  Jelang Pra POPNAS 2024 di Kendari, Bagus ; Kesempatan Atlet Muda Kaltim untuk Menunjukan Kualitasnya Diajang Nasional

“Kemandirian fiskal baru bisa dicapai bila daerah berani merampingkan belanja yang tidak efektif dan memindahkannya ke sektor yang benar-benar produktif,” tambah Yusrul.

Ia menegaskan, perubahan APBD seharusnya dijadikan momentum untuk merombak arah kebijakan fiskal, bukan sekadar menambah penerimaan. Transparansi, efisiensi, dan pengukuran hasil program dinilai harus menjadi standar baru dalam pengelolaan anggaran.

“Warga ingin merasakan hasilnya, bukan hanya melihat angkanya. Itu inti dari kemandirian fiskal,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru