DPRD Soroti Krisis Ruang Publik di Samarinda, Bukan Sekadar Minimnya Lahan Pemakaman

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai kota ini sedang menghadapi isu serius berupa menyusutnya ruang publik yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga. Lahan pemakaman yang hampir penuh dinilai hanya salah satu gejala dari persoalan yang lebih besar: tata ruang yang makin dikendalikan kepentingan komersial dibanding kebutuhan sosial masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menyebut persoalan ruang pemakaman tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah teknis. Ia menegaskan bahwa hilangnya ruang sosial mulai dari taman kota, fasilitas publik, hingga lahan pemakaman merupakan tanda bahwa arah pembangunan kota belum berorientasi pada manusia.

“Yang kita hadapi bukan hanya kurangnya lahan pemakaman, tapi menyempitnya seluruh ruang publik. Ini isu yang harus diselesaikan secara strategis,” ujarnya.

Baca Juga :  Deni Hakim Anwar Minta Pemkot Hadirkan Bus Sekolah untuk Siswa dan Pelajar

Samri menilai, ekspansi pembangunan komersial yang tidak terkontrol telah mempengaruhi struktur ruang kota. Banyak kawasan yang seharusnya dipertahankan untuk layanan sosial justru berubah fungsi menjadi area bisnis. Kondisi ini menurutnya menciptakan ketimpangan baru: kota tumbuh cepat, tetapi kebutuhan dasar warganya terpinggirkan.

“Ketika ruang publik hilang, kota kehilangan jiwanya. Itu yang terjadi sekarang. Kita harus berani mengoreksi arah pembangunan,” tegasnya.

DPRD mendorong pemerintah menyusun kebijakan perlindungan ruang publik melalui zonasi ketat, audit penggunaan lahan, serta pemetaan kebutuhan ruang sosial jangka panjang. Ia menilai, tata ruang harus dibingkai sebagai kebijakan sosial, bukan sekadar pengaturan fisik wilayah.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Gencarkan Event Olahraga untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

“Kalau tata ruang tidak melindungi ruang sosial, konsekuensinya akan kita rasakan dalam jangka panjang mulai dari minim ruang hijau, tidak adanya tempat pemakaman, sampai konflik pemanfaatan lahan,” jelasnya.

Samri juga menekankan pentingnya keterlibatan publik, terutama akademisi dan komunitas lingkungan, dalam memastikan rancangan tata ruang berpihak pada warga. Menurutnya, partisipasi masyarakat adalah filter agar kebijakan tidak hanya menguntungkan satu kelompok.

“Penataan kota bukan hanya urusan bangunan. Ini tentang bagaimana memberi ruang yang layak, dari hidup sampai kematian. Kota yang baik harus memanusiakan warganya,” pungkasnya

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru