Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menyoroti meningkatnya laporan warga terkait kerusakan fasilitas umum di sejumlah kawasan, mulai dari taman, penerangan jalan, hingga sarana bermain anak. Komisi IV menilai kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap pola pemeliharaan fasilitas publik di tingkat kota.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan banyak fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar namun tidak dirawat secara berkelanjutan. Akibatnya, beberapa sarana terlihat terbengkalai dan tidak lagi nyaman digunakan masyarakat.
“Warga sering mengeluhkan lampu taman padam, alat permainan rusak, atau jalur pedestrian yang tidak terawat. Ini masalah klasik yang perlu penanganan sistematis,” ujarnya.
Menurutnya, pola perawatan selama ini terlalu bergantung pada laporan masyarakat. Padahal, pemerintah daerah seharusnya memiliki sistem monitoring berkala untuk memastikan seluruh fasilitas publik tetap dalam kondisi optimal.
“Tidak semua warga mau melapor, sehingga banyak kerusakan terlambat diketahui. Pemkot harus punya mekanisme pengecekan rutin, bukan menunggu aduan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara OPD terkait, terutama dinas yang menangani ruang terbuka hijau, kebersihan, dan sarana prasarana kota. Koordinasi yang tidak terpadu membuat penanganan kerusakan sering memakan waktu lama.
“Kalau taman rusak, siapa yang memperbaiki? Kalau penerangan padam, siapa yang bertanggung jawab? Ini harus jelas. Koordinasi lintas dinas wajib diperkuat,” tegasnya.
Selain perawatan rutin, Novan mendorong pemerintah agar menyediakan kanal pelaporan digital yang lebih responsif, sehingga warga dapat menyampaikan temuan kerusakan secara cepat dan terverifikasi.
“Dengan sistem pelaporan yang rapi, pemerintah bisa memetakan area rawan kerusakan dan membuat prioritas perbaikan,” tambahnya.
Komisi IV memastikan akan terus mengawal peningkatan pemeliharaan fasilitas umum sebagai bagian dari pelayanan dasar kota. Ia menilai fasilitas publik yang terawat adalah indikator penting kenyamanan warga.
“Kota yang ramah bukan hanya dibangun, tapi juga dijaga. Fasilitas umum harus bisa dinikmati setiap hari, bukan hanya saat baru diresmikan,” pungkasnya.









