RadiusKaltim.co,Samarinda- Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengungkapkan keprihatinannya atas kekurangan distribusi air bersih di Samarinda. Rabu (12/3/2025)
Rusdi menuturkan, bahwa meskipun kapasitas produksi mencapai 3.400 liter per detik, kebutuhan warga diperkirakan mencapai 5.600 liter per detik, sehingga menyisakan defisit sebesar 2.200 liter per detik.
“Kenapa sampai saat ini masih ada kekurangan distribusi air bersih, padahal kapasitas produksi kita mencapai 3.400 liter per detik? Ini masih jauh dari kebutuhan warga yang diperkirakan sekitar 5.600 liter per detik,”tutur Rusdi
Tak hanya itu, Rusdi menilai, bahwa defisit produksi tersebut merupakan indikasi serius bahwa sistem distribusi perlu segera diperbaiki dan ditingkatkan. Ia menekankan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap jaringan distribusi dan pemeliharaan infrastruktur yang ada sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
Lebih lanjut, Rusdi menambahkan, bahwa meskipun pemerintah telah menargetkan pembangunan satu Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru setiap tahun hingga 2029 dengan anggaran sekitar Rp2 triliun, Rusdi mengingatkan bahwa penambahan IPA saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perbaikan jaringan distribusi yang sudah ada.
“Penambahan IPA memang penting, namun bagaimana dengan jaringan distribusi dan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada? Itu juga harus diperhatikan,”tambahnya
Rusdi juga berharap agar pemerintah tidak hanya terpaku pada target ambisius di tahun 2028, melainkan mengambil langkah nyata setiap tahunnya untuk memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi.
“Persoalannya memang pada perpipaan yang belum mencapai seluruh wilayah. Tapi kalau di tahun 2026 nanti, insya Allah bisa tercukupi,” tutupnya.









