DPRD Kaltim Minta Penertiban Pedagang BBM Eceran untuk Atasi Kelangkaan

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2024 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co Samarinda – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebabkan maraknya pedagang eceran di Samarinda menjadi sorotan Anggota DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin. Ia mendesak pemerintah setempat untuk bertindak tegas, melibatkan aparat dalam penindakan.

Fuad menjelaskan bahwa pemerintah telah membuat regulasi untuk melarang penjualan BBM tanpa izin usaha guna mengatasi kelangkaan tersebut. “Sebenarnya, upaya mengatasi persoalan itu sudah dilakukan. Baik itu dari Pertamina maupun pemerintah sudah membuat aturan bagaimana supaya pembagian BBM subsidi maupun non-subsidi tersalurkan dengan baik dan kepada yang berhak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketidaktepatan penyaluran BBM sering kali disebabkan oleh oknum masyarakat yang mencari celah untuk melanggar aturan. “Inilah yang kadang juga kita berpikir bahwa kenapa diperketat, ya ndak salah juga, ya warga kita juga enggak taat. Padahal sudah dibuat regulasi bahwa pembelian BBM tidak boleh berlebihan apalagi untuk dijual kembali,” ungkap Fuad, Sabtu (9/11/2024).

Baca Juga :  RSGM Universitas Mulawarman Diresmikan, Diharapkan Jadi Pusat Unggulan Kedokteran Gigi di Indonesia Timur

Ia juga menyoroti adanya praktik kerja sama antara oknum petugas SPBU dengan pembeli yang menawarkan imbalan lebih. Akibatnya, stok BBM cepat habis, antrean panjang di SPBU, dan kelangkaan terus terjadi.

Politisi Partai Gerindra ini menekankan pentingnya sosialisasi aturan, baik kepada masyarakat selaku konsumen, maupun kepada penjual atau produsen BBM. “Sangat miris sebenarnya dengan kondisi BBM sedang susah, tapi dimanfaatkan oleh oknum. Akibatnya, berpengaruh kepada ketersediaan BBM yang tidak mencukupi untuk kebutuhan di Kaltim, khususnya di Samarinda,” tegasnya.

Baca Juga :  Hari Guru Nasional, DPRD Kaltim Soroti Minimnya Dukungan untuk Guru Honorer

Lebih lanjut, Fuad menyebut bahwa peningkatan jumlah pedagang BBM eceran juga membawa potensi bahaya yang serius bagi keselamatan masyarakat. Fenomena ini bukan hanya menyebabkan kelangkaan, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran akibat standar keamanan yang tidak dipenuhi, seperti jarak antar unit yang terlalu dekat dan penyimpanan BBM yang tidak memadai.

Ia mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pedagang BBM eceran. “Pemerintah harus tegas dalam menegakkan aturan dan menindak tegas penjual BBM eceran yang tidak memenuhi standar keamanan guna melindungi keselamatan warga,” pungkas Fuad. (Adv).

Berita Terkait

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda
Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT
Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini di Samarinda, Adnan Faridhan ; Pemkot Tak Gegebah Lakukan Penertiban
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Komisi II DPRD Samarinda Melontarkan Kritik Tajam terhadap Pengelolaan Anggaran Disdag Kota Samarinda

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:33 WIB

Sry Puji Astuti ; Tidak Ada Ruang Buat Pelaku LGBT

Senin, 29 Juni 2026 - 01:31 WIB

Usai Gelar RDP bersama OPD, Iswandi ; Kami Menemukan Persoalan Serius Pengadaan Videotron Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Berita Terbaru