Guntur Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian di Kutai Kartanegara

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2024 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co Kukar – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang dikenal sebagai lumbung beras dan sayuran terbesar di Kalimantan Timur, mendapat sorotan dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur. Ia menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur pertanian guna meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.

Menurut Guntur, infrastruktur yang memadai sangat diperlukan, terutama untuk menghadapi tantangan perubahan musim. “Produktivitas petani sangat bergantung pada infrastruktur yang memadai. Jika kebutuhan ini tidak segera dipenuhi, maka sulit untuk mencapai target swasembada pangan,” ujar Guntur, Jumat (15/11/2024).

Selama ini, petani di Kukar masih mengandalkan tadah hujan dalam bercocok tanam. Namun, program pembangunan infrastruktur modern mulai diterapkan, termasuk pembangunan embung dan saluran irigasi di berbagai desa, seperti di Loa Janan dan Muara Kaman. Embung tersebut dirancang untuk menampung air hujan yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau, sehingga petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan.

Baca Juga :  Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

“Harapan kita, meskipun musim berganti, pertanian tetap bisa berjalan. Kami tidak ingin lagi tergantung pada hujan,” tegas Guntur.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkenalkan alat mekanisasi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manual. Guntur meyakini, kehadiran alat-alat modern ini akan memotivasi lebih banyak petani untuk berperan aktif dalam mencapai swasembada pangan di Kukar.

Baca Juga :  Fuad Fakhruddin Apresiasi Upaya Andi Harun dalam Menata Kota Samarinda

Guntur optimistis, dengan infrastruktur yang kuat, Kukar akan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah. “Ini adalah langkah besar kita menuju kemandirian pangan,” pungkasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadikan sektor pertanian Kukar sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan. (adv).

Penulis : Herdi

Editor : Bustami

Berita Terkait

Sengketa Lahan Sawit Antar Warga Desa Giri Agung Dengan Kelompok Tani Karya Etam Berakhir Usai Menerima Putusan PT Kaltim 
Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:19 WIB

Sengketa Lahan Sawit Antar Warga Desa Giri Agung Dengan Kelompok Tani Karya Etam Berakhir Usai Menerima Putusan PT Kaltim 

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Berita Terbaru