Yonavia: Digitalisasi Pendidikan Perlu Diimbangi Literasi dan Keamanan Jaringan

- Jurnalis

Jumat, 15 November 2024 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co Samarinda – Program pengembangan digitalisasi pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital dan keamanan jaringan guna meminimalisir kejahatan siber yang semakin marak. Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Yonavia, baru-baru ini.

Yonavia menegaskan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan, yang mencakup sekolah dasar hingga perguruan tinggi, terus berkembang pesat. Namun, untuk memastikan digitalisasi berjalan efektif, kelengkapan sarana digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi bagi peserta didik dan para pengajar.

“Dalam proses digitalisasi pendidikan, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kelengkapan sarana infrastruktur, keamanan jaringan, dan literasi digital para penggunanya,” ujar politisi PDI Perjuangan ini kepada awak media, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga :  Perbaikan Fender Jembatan Mahakam Mulai Berjalan, DPRD Kaltim Pastikan Progresnya

Ia mengharapkan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun infrastruktur digital yang kuat. Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk mendukung keberhasilan digitalisasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Kaltim.

“Keberhasilan sistem pendidikan dalam beradaptasi dengan perkembangan global sangat menentukan kualitas anak bangsa dalam menghadapi tantangan masa depan,” jelas Yonavia.

Ia menambahkan, kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan pendidikan harus terus dibangkitkan. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan bangsa Indonesia yang tangguh, berkarakter kuat, dan mampu bersaing di kancah internasional.

Baca Juga :  Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Selain itu, Yonavia menyoroti pentingnya keamanan siber di era digital. Ia mengingatkan bahwa lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, menyimpan data sensitif seperti informasi siswa, catatan akademik, dan data staf.

“Perlindungan terhadap data ini dari ancaman siber sangat krusial,” ujarnya. Yonavia mengingatkan bahwa sektor pendidikan menjadi target yang menarik bagi para penjahat siber yang menggunakan berbagai metode canggih untuk mencuri data atau mengganggu operasional lembaga.

“Para penjahat siber kerap kali menggunakan metode canggih untuk mencuri data atau mengganggu kegiatan di lembaga pendidikan,” tutupnya. (adv).

Penulis : Herdi

Editor : Bustami

Berita Terkait

DPRD Samarinda Soroti Persoalan Akses Layanan Dasar bagi Warga Transmigran di Batu Besaung dan Batu Cermin
DPRD Samarinda Soroti Penertiban Kendaraan Pelajar oleh Dishub Samarinda
Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:04 WIB

DPRD Samarinda Soroti Persoalan Akses Layanan Dasar bagi Warga Transmigran di Batu Besaung dan Batu Cermin

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:01 WIB

DPRD Samarinda Soroti Penertiban Kendaraan Pelajar oleh Dishub Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Berita Terbaru