Radiuskaltim.co,SAMARINDA,— Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Samarinda gelar aksi demonstrasi didepan kantor PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Kamis (27/8/2026). Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan keresahan masyarakat terkait pemadaman listrik secara bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Samarinda.
Dalam aksi tersebut, massa IMM Samarinda menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak PLN. Pemadaman listrik disebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga, usaha, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Ketua IMM Cabang Samarinda, Bung Alif, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemadaman listrik yang terjadi secara bergilir ini tentu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus meminta PLN memberikan solusi yang jelas terhadap persoalan ini,” ujar Alif.
Ia juga meminta PLN Samarinda terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya pemadaman serta langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan kelistrikan. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, terutama ketika pemadaman berlangsung berulang kali.
Dalam orasinya, Alif menegaskan IMM Cabang Samarinda tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada penyampaian keluhan. Pihaknya mendorong adanya langkah konkret dari PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan meminimalkan pemadaman bergilir di wilayah Samarinda.
“Kami ingin ada langkah konkret. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan kelistrikan. PLN harus hadir memberikan kepastian dan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
IMM Samarinda berharap PLN segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan serta menghadirkan solusi nyata agar pasokan listrik di Samarinda lebih stabil dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu akibat pemadaman bergilir.
Penulis:A.B









