DPRD Samarinda Soroti Rendahnya Etos Kerja Sebagian ASN Pemda

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

RadiusKaltim. co, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar menyebut kondisi itu kebanyakan terjadi di instansi pemerintahan. Tidak sedikit dari ASN yang hanya datang pada pagi hari untuk mengisi daftar hadir, lalu menghilang tanpa kejelasan tugas, dan baru kembali muncul di kantor saat jam pulang kantor.

“ASN produktivitas kerjanya sampai jam 12, setelah itu sudah. Mereka hanya menghabiskan waktu, tapi bobot atau kinerja kerjanya tidak maksimal. Kerja bentar, pulang, begitu mau absen sidik jari baru datang lagi,”pungkas Anhar, Kamis (28/5/2026)

Anhar menjelaskan, Kondisi ini berpotensi menjadi penyebab pelayanan publik berjalan lambat dan tidak efektif. Sebab, kehadiran pegawai seharusnya tidak hanya diukur dari absensi, melainkan dari capaian kerja dan produktivitas.

Baca Juga :  Andi Satya Adi Saputra Prioritaskan Isu Kesehatan dan Pendidikan di Kaltim

Selain itu, Anhar melihat penurunan etos kerja ini juga terjadi di perusahaan swasta, khususnya kepada para pegawai yang sudah berstatus karyawan tetap. Kebanyakan dari mereka produktivitas kerjanya menurun, dibanding saat awal bekerja.

Sebaliknya, dia melihat tenaga kontrak maupun outsourcing justru menunjukkan semangat kerja yang lebih tinggi. Hal itu karena keberlangsungan kontrak kerja mereka sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala.

“Tetapi kalau dia tenaga outsourcing, kan perpanjangan kontraknya berdasarkan penilaian kinerjanya yang dilakukan per tiga bulan. Jadi mereka harus bersungguh-sungguh,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Jalur Pejalan Kaki, Rohim Desak Kota Lebih Ramah Pengguna Non-Kendaraan

Dengan sistem evaluasi berkala terhadap tenaga outsourcing, membuat para pekerja lebih disiplin, tepat waktu, dan berusaha menunjukkan hasil kerja terbaik agar kontrak mereka tetap diperpanjang.

Untuk itu, Anhar meminta pemerintah lebih menghargai tenaga mereka dan membuka peluang bagi tenaga outsourcing yang memiliki kinerja baik, untuk diangkat menjadi pegawai tetap.

“Kalau menjadi pegawai tetap tentu gajinya Rp3 juta per bulan dan kerjanya berkepanjangan. Karena selama ini mereka bekerja hanya mengikuti kontrak yang diperpanjang per tiga bulan,” tegas Anhar.

Berita Terkait

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama
DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda
Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik
DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda
DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari
DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini di Samarinda, Adnan Faridhan ; Pemkot Tak Gegebah Lakukan Penertiban
DPRD Samarinda Soroti Persoalan Akses Layanan Dasar bagi Warga Transmigran di Batu Besaung dan Batu Cermin
DPRD Samarinda Soroti Penertiban Kendaraan Pelajar oleh Dishub Samarinda
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:25 WIB

Iswandi Kritisi Pemkot Terkait Gedung Bekas Plaza 21 yang Dibiarkan Terbengkalai dalam Waktu Lama

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:22 WIB

DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Sektor Perbankan Bersama Pemkot Samarinda

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:19 WIB

Iswandi Apresiasi Kinerja Pengawasan Keuangan di Kaltim yang Selama Ini Berjalan Konsisten dan Bersih dari Konflik

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:17 WIB

DPRD Nilai Bank Mandiri dan BTN Tidak Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Samarinda

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:14 WIB

DPRD Samarinda Soroti Sejumlah Ruas Jalan yang Masih Gelap di Malam Hari

Berita Terbaru