Pemkot Samarinda Perkuat Upaya Tekan Kasus Tuberkolosis, Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Disosialisasikan

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA (RADIUS KALTIM) — Pemerintah Kota Samarinda mulai memperkuat langkah penanganan tuberkulosis melalui penyusunan regulasi daerah. Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis digelar sebagai bagian dari strategi menghadapi persoalan kesehatan yang masih tinggi di kota ini.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa TBC bukan sekadar isu medis. Ia menyebut penyakit tersebut berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, bahkan memengaruhi kualitas pembangunan daerah.

“Ini bukan hanya soal penyakit, tetapi menyangkut kemanusiaan dan masa depan sumber daya manusia,” ujarnya saat kegiatan sosialisasi di Kantor PKK Samarinda, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Menurutnya, penanganan TBC membutuhkan pendekatan menyeluruh. Tidak hanya pengobatan, tetapi juga edukasi, deteksi dini, hingga memastikan pasien menjalani terapi secara tuntas. Ia juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma yang selama ini masih melekat pada penderita.

Keberadaan Raperda tersebut diharapkan menjadi pijakan hukum yang jelas bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program penanggulangan TBC. Selain itu, regulasi ini juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan keberlanjutan pembiayaan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Samarinda, Rinda Wahyuni, mengingatkan bahwa TBC masih menjadi ancaman nyata. Ia menilai keterlibatan semua pihak menjadi kunci untuk menekan angka kasus yang masih cukup tinggi.

Baca Juga :  Diskominfo Samarinda Pamer Samagov, Peserta Rakorda Kaltim Diajak Lihat Langsung Sistem Digital

Sosialisasi ini melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari OPD, DPRD, kader PKK, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di sejumlah lokasi, termasuk kecamatan dan rumah tahanan.

Berdasarkan data 2025, capaian penanganan TBC di Samarinda mencapai 79 persen dari target. Tahun ini, angka target meningkat, sehingga upaya kolaboratif dinilai semakin mendesak untuk dilakukan.

Berita Terkait

Mini Mall Pelayanan Publik Kembang Janggut Ditargetkan Meluncur Desember
Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana
Sekitar 1.600 Perangkat Desa di Kukar Berpeluang Tingkatkan Pendidikan
Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU
Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan
Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar
Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain
Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:54 WIB

Mini Mall Pelayanan Publik Kembang Janggut Ditargetkan Meluncur Desember

Rabu, 4 November 2026 - 17:52 WIB

Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Rabu, 4 November 2026 - 17:49 WIB

Sekitar 1.600 Perangkat Desa di Kukar Berpeluang Tingkatkan Pendidikan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 November 2026 - 20:29 WIB

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Berita Terbaru

Diskominfo

Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:52 WIB

Diskominfo

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:31 WIB

Diskominfo

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:29 WIB