RadiusKaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai persoalan distribusi energi bersubsidi tidak bisa lagi ditangani dengan pola sentralistik. Keterbatasan kewenangan daerah dalam pengelolaan BBM dan gas elpiji dinilai menjadi akar berulangnya masalah kelangkaan dan gejolak harga di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan pemerintah daerah selama ini berada di posisi yang tidak seimbang. Daerah diminta menjaga stabilitas, namun tidak diberi ruang untuk mengawasi langsung jalur distribusi maupun penentuan kuota energi bersubsidi.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah kerap menanggung dampak sosial ketika terjadi antrean panjang atau pasokan tersendat. Padahal, seluruh kendali distribusi berada di tingkat pusat dan dijalankan oleh pihak tertentu tanpa keterlibatan aktif pemerintah lokal.
Rohim menilai lemahnya transparansi distribusi membuka celah penyimpangan di lapangan, mulai dari permainan harga hingga dugaan penimbunan. Tanpa akses data dan kewenangan pengawasan, daerah hanya bisa bersifat reaktif saat persoalan sudah memicu keresahan masyarakat.
Ia mendorong perubahan pola tata kelola energi dengan melibatkan pemerintah daerah sebagai pengawas langsung, bahkan pelaksana teknis di tingkat lokal. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar pengendalian distribusi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Rohim menekankan bahwa energi bersubsidi merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dikelola secara adil dan akuntabel. Ketimpangan distribusi, menurutnya, berpotensi memperlebar jarak antara kebijakan dan realitas yang dihadapi warga.
Komisi III DPRD Samarinda, lanjut Rohim, akan terus mendorong evaluasi menyeluruh tata kelola energi agar tidak selalu menempatkan daerah sebagai pihak yang menanggung dampak tanpa kewenangan. Reformasi sistem distribusi dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat.
“Kalau daerah diberi ruang dan peran yang jelas, pengawasan bisa berjalan lebih efektif dan persoalan di lapangan tidak terus berulang,” tegasnya.









