DPRD Samarinda Minta Kaltim Tak Diam: Perjuangan Fiskal Harus Dilakukan di Meja Politik

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co, Samarinda – Rencana penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat kembali memantik reaksi DPRD Kota Samarinda. Bagi Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, isu tersebut tidak bisa disikapi hanya melalui kajian teknis, tetapi membutuhkan langkah politik yang aktif dan terukur dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Deni menegaskan, dengan besarnya kontribusi Kaltim terhadap penerimaan nasional, daerah memiliki dasar kuat untuk menuntut porsi pendanaan yang lebih adil.

“Kontribusi Kaltim kepada negara ini bukan kecil. Dengan posisi itu, kita pantas memperjuangkan pengembalian yang lebih proporsional,” ujarnya.

Menurut Deni, kebutuhan fiskal daerah semakin meningkat seiring pesatnya pembangunan, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menilai, jika daerah hanya menunggu keputusan pusat tanpa upaya lobi yang serius, maka potensi kerugian fiskal tidak bisa dihindari.

Baca Juga :  Arsip Dispora Kaltim Dimusnahkan untuk Efesiensi Kerja dan Mengoptimalkan ruang

“Dalam situasi seperti ini, daerah tidak boleh menunggu. Gubernur harus memulai komunikasi politik yang konkret ke kementerian terkait,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah diplomasi antar-instansi selama ini sering kali dianggap formalitas. Padahal, menurutnya, pendekatan substantif menjadi kunci agar Kaltim mendapatkan perhatian khusus dalam penyusunan kebijakan fiskal nasional.

“Kita butuh lobi yang punya bobot. Bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tapi memastikan daerah tidak dirugikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dispora Kaltim Sukses Gelar Kejuaraan Silat dan Bola Basket Tingkat Provinsi

Deni mengingatkan bahwa penyesuaian TKD akan berdampak langsung pada ruang fiskal Samarinda. Penurunan alokasi anggaran berpotensi menghambat sejumlah program prioritas, mulai dari layanan dasar hingga pembangunan infrastruktur.

“Samarinda ini ibu kota provinsi, kebutuhan anggarannya besar. Kalau TKD dipotong, efeknya pasti terasa,” katanya.

Karena itu, ia meminta Pemprov Kaltim melakukan langkah cepat agar kepentingan fiskal daerah tidak terpinggirkan. DPRD Samarinda, lanjutnya, siap mendukung setiap upaya memperjuangkan alokasi pendanaan yang lebih memadai.

“Kita ingin daerah tetap punya ruang bergerak. Ada banyak agenda pembangunan yang tidak boleh tersendat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU
Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan
Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar
Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain
Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN
Pemkab Kukar Perluas Dorongan Perlindungan bagi Pekerja
ASN Kukar Bisa Kuliah S3 di Jepang Lewat Program Beasiswa Daerah
Bupati Aulia Minta Pelaku Seni Tingkilan Diberi Ruang Tampil di Kegiatan Daerah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 November 2026 - 20:29 WIB

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 November 2026 - 20:19 WIB

Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar

Minggu, 1 November 2026 - 19:09 WIB

Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain

Minggu, 1 November 2026 - 19:06 WIB

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Berita Terbaru

Diskominfo

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:31 WIB

Diskominfo

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:29 WIB

Diskominfo

Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:06 WIB