Radiuskaltim.co, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai ketersediaan ruang interaksi yang aman dan ramah bagi anak masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menekankan pentingnya pemerintah menyediakan ruang publik yang dapat menjadi tempat anak beraktivitas tanpa bergantung pada gawai.
Menurutnya, di berbagai kecamatan masih banyak kawasan yang belum memiliki taman bermain memadai, area bebas kendaraan, maupun fasilitas publik yang mendukung tumbuh kembang anak secara sosial.
“Anak membutuhkan ruang untuk berlari, bermain, dan berinteraksi. Kalau tidak ada ruang aman, mereka akhirnya hanya duduk di rumah dengan handphone,” ujarnya.
Sri Puji mengatakan minimnya ruang publik bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga pada kemampuan mereka bersosialisasi. Ia menilai, perkembangan sosial anak-anak Samarinda mulai tergerus karena aktivitas bermain semakin bergeser ke dunia digital.
“Banyak orang tua mengeluh anaknya sulit berbaur. Ini bukan hanya persoalan pola asuh, tapi juga kurangnya ruang untuk mereka bertemu teman sebaya,” jelasnya.
Ia mendorong Pemkot Samarinda untuk memprioritaskan pembangunan taman tematik, jalur aman menuju sekolah, serta ruang berkegiatan keluarga di lingkungan permukiman. Menurutnya, fasilitas yang aman, terawat, dan mudah dijangkau akan menciptakan ekosistem sosial yang lebih sehat.
“Kalau ruang publiknya hidup, anak-anak bisa kembali bermain di luar. Orang tua juga punya tempat aman untuk mendampingi,” tegasnya.
Selain menambah fasilitas baru, Sri Puji menyoroti perlunya pemeliharaan rutin dan penerangan yang memadai agar area publik tetap layak digunakan, terutama pada sore dan malam hari.
“Kerusakan kecil yang dibiarkan bisa membuat warga enggan datang. Ini harus diantisipasi dengan pengawasan yang konsisten,” tambahnya.
Komisi IV memastikan akan terus mendorong penyediaan ruang interaksi ramah anak sebagai bagian dari pembangunan sosial kota. Ia menyebut fasilitas publik bukan sekadar infrastruktur, tetapi investasi bagi generasi mendatang.
“Kualitas tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh lingkungannya. Samarinda harus menyediakan ruang yang benar-benar mendukung, bukan hanya sebatas simbol pembangunan,” pungkasnya.









