DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapan menghadapi tahun anggaran 2026 yang diperkirakan menjadi periode dengan tekanan fiskal paling besar dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengungkapkan bahwa rencana pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat berpotensi mengubah arah pembangunan di daerah.
Dari pagu awal sekitar Rp21,1 triliun, Kaltim diperkirakan hanya akan menerima sekitar Rp15 triliun. Selisih Rp6,1 triliun tersebut membuat ruang fiskal daerah menyusut signifikan.
Hasanuddin yang akrab disapa Hamas menjelaskan, hampir 70 persen komponen Transfer ke Daerah (TKD) terdampak pemangkasan.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus meninjau ulang prioritas program.
“Situasi ini mengharuskan semua sektor merampingkan program. Kita tidak punya pilihan selain menyesuaikan kebijakan dengan kemampuan fiskal yang ada,” ujar Hamas, Sabtu (29/11/2025).
Ia menilai sejumlah program sosial yang bersifat tambahan kemungkinan akan menjadi prioritas evaluasi.
Salah satunya ialah program bantuan perjalanan ibadah seperti Gratispol dan Jospol yang mencakup umrah dan keberangkatan marbot masjid.
Program tersebut dinilai tidak menyentuh kelompok masyarakat secara luas sehingga berpotensi dikurangi bila pemotongan anggaran diberlakukan.
Meski demikian, Hamas menegaskan layanan pendidikan harus tetap dipertahankan. Ia menilai sektor ini merupakan pilar utama peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tidak seharusnya menjadi korban penghematan.
Adapun keputusan akhir mengenai program mana yang akan disesuaikan berada di tangan pemerintah provinsi.
DPRD, kata Hamas, masih menunggu rancangan skema penyesuaian yang disiapkan eksekutif.
Sementara itu, Gubernur Kaltim disebut masih membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Namun hingga kini, regulasi resmi terkait dasar hukum pemangkasan belum diterbitkan.
“Perpres yang menjadi dasar pemotongan belum keluar. Informasinya masih sebatas penyampaian dari kementerian,” ujarnya.
Penulis : Adi
Editor : Syahfril









