Ronal Stephen Dorong Digitalisasi Data TPU untuk Atasi Kekacauan Administrasi Pemakaman di Samarinda

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Samarinda – Di tengah meningkatnya kebutuhan lahan pemakaman di Kota Tepian, DPRD Samarinda menilai pengelolaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) selama ini masih terjebak dalam persoalan klasik: data yang tidak akurat, pencatatan manual yang rawan hilang, dan tumpang-tindih kepemilikan makam. Kondisi ini membuat banyak keluarga mengalami kesulitan saat melakukan pencarian, perawatan, maupun pengurusan dokumen ahli waris.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menilai masalah utama bukan hanya fisik lahan pemakaman, tetapi lemahnya sistem administrasi. Ia mendorong Pemkot segera melakukan digitalisasi data seluruh TPU agar pengelolaan lebih tertib, transparan, dan mudah diakses publik.

“Selama data TPU masih berbasis buku dan catatan manual, kekacauan administrasi akan terus terjadi. Kita perlu database digital yang memuat lokasi makam, blok, hingga identitas jenazah secara lengkap,” ujarnya.

Ronal mengungkap keluhan yang sering diterima DPRD dari warga, mulai dari makam sulit ditemukan karena tidak tercatat dengan baik, hingga temuan makam yang berdempetan akibat salah penataan blok. Menurutnya, persoalan ini bisa dihindari jika ada sistem penandaan dan pemetaan digital.

Baca Juga :  TC Atlit Kaltim telah Diresmikan Oktober lalu, Rasman terus Pantau Progres Persiapan Atlit POPNAS

“Beberapa keluarga harus berputar-putar karena data lokasinya tidak jelas. Ini menyulitkan, apalagi bagi ahli waris dari luar kota,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan pagar atau perbaikan jalan akses memang penting, tetapi pembenahan sistem administrasi jauh lebih mendesak untuk memutus masalah berulang di TPU. Dengan data digital, pemerintah bisa memantau kapasitas lahan, potensi kekurangan ruang, hingga titik yang harus dikembangkan.

“Kita butuh peta digital TPU yang terintegrasi, bukan hanya perbaikan fisik yang sifatnya sporadis,” tegasnya.

Ronal juga menilai perlu adanya kebijakan pelayanan satu pintu untuk seluruh pengurusan pemakaman mulai dari izin pemakaman, pemilihan blok, hingga pendataan ahli waris. Sistem terpadu ini diyakini mampu menghindari praktik percaloan dan meminimalkan kesalahan pencatatan.

Baca Juga :  SKOI Kaltim Alami Penurunan Prestasi, Dispora Kaltim Rencanakan Pengambilalihan Pengelolaan

“Selama layanan masih tersebar di banyak meja, rawan terjadi ketidakjelasan. Satu pintu akan membuat semua proses lebih akuntabel,” ujarnya.

Meski menekankan pentingnya digitalisasi, Ronal menyebut keterlibatan masyarakat tetap diperlukan, terutama untuk memperbarui data makam lama yang belum terdokumentasi secara lengkap. Kolaborasi ini penting agar pemerintah memiliki basis data yang valid.

“Banyak makam lama yang tidak ada identitasnya. Warga perlu dilibatkan untuk melengkapi informasi sehingga database bisa akurat,” ucapnya.

Ronal menegaskan bahwa sistem pemakaman modern harus didukung tata kelola data yang kuat. Digitalisasi bukan hanya memudahkan administrasi, tetapi juga memberi kepastian dan kenyamanan bagi warga yang ingin berziarah maupun mengurus kebutuhan keluarganya.

“Pengelolaan pemakaman itu menyangkut martabat manusia. Dengan data yang rapi dan modern, pelayanan kita akan jauh lebih layak,” tutupnya.

 

Berita Terkait

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim
KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG
​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis
KNPI Samarinda Desak Polisi Usut Tuntas Tabrak Lari, Diduga Bus Tambang Loajanan Kukar
DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah
DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan
DPRD Samarinda Minta Pemerataan Anggaran Sekolah untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
DPRD Samarinda Siapkan Aturan Baru Ketenagakerjaan untuk Tekan Konflik Industrial
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:16 WIB

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:28 WIB

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:23 WIB

​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:09 WIB

DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:05 WIB

DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB