Samri Sebut RUU TNI Mampu Berikan Perlindungan Kepada Masyarakat

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co,Samarinda- Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) saat ini ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan, hal ini karena dikhawtirkan akan menimbulkan polemic yang besar bagi negara di masa yang akan datang. Kamis (27/3/2025)

Menurutnya, sejumlah masyarakat telah melakukan aksi demonstrasi guna menolak RUU TNI ini di sahkan. Pasalnya, RUU ini diduga akan membangkitkan kembali masa Orde Baru yang erat kaitannya dengan pelanggaran HAM, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan otoritarianisme serta pembredelan pers.

Baca Juga :  Dewan Soroti Ketimpangan Layanan Air Bersih, Pemkot Diminta Prioritaskan Warga Samarinda

“Hampir seluruh element masyarakat turun ke jalan guna menyampai aspirasi penolakan terhadap RUU ini yang diduga akan membangkitkan kembali semangat Orba dan itu sah sah saja dan tentu memiliki landasan kajian yang jelas, “jelas Samri

Namun, Samri mengatakan bahwa korupsi yang dilakukan saat ini justru lebih mengerikan dibandingkan pada zaman Orde Baru yang mayoritas harga barang-barang masih didapat dengan harga yang murah.

“Dulu korupsi dilakukan di bawah meja, dan hanya orang-orang tertentu saja, sekarang, korupsi dilakukan secara terang-terangan dan di atas meja, bahkan sampai ke tingkat bawah masyarakat, bahkan budaya korupsi saat ini sudah menyebar,”pungkasnya

Baca Juga :  DPRD Samarinda Kecam Perusahaan Tambang yang Tidak Perhatikan Dampak Kerusakan Lingkungan

Samri menambahkan, jika dibandingkan antara kedua era tersebut, justru era reformasi saat ini lebih mengerikan. Dengan adanya penambahan tupoksi TNI dianggap akan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

“TNI diberikan kewenangan tambahan untuk masuk ke beberapa badan dan kementerian, selain itu mereka juga diberi wewenang untuk melakukan operasi militer di luar perang,”tambah Samri

Berita Terkait

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim
KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG
​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis
KNPI Samarinda Desak Polisi Usut Tuntas Tabrak Lari, Diduga Bus Tambang Loajanan Kukar
DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah
DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan
DPRD Samarinda Minta Pemerataan Anggaran Sekolah untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
DPRD Samarinda Siapkan Aturan Baru Ketenagakerjaan untuk Tekan Konflik Industrial
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:16 WIB

KESMI Samarinda Soroti Dugaan Suap 36 M dan Dokumen Terbang KSOP Samarinda Usai Gelar Aksi di Kejati Kaltim

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:28 WIB

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:23 WIB

​Pesan Tegas Muhammad Alif Usai Dilantik Ketua IMM Samarinda: Kita Adalah Mitra Kritis

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:09 WIB

DPRD Samarinda Dorong Reformasi OPD untuk Percepat Transformasi Ekonomi Daerah

Kamis, 25 Desember 2025 - 10:05 WIB

DPRD Samarinda Dorong Rumah Aman Jadi Pusat Pemulihan Korban Kekerasan

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB