Baharuddin Muin Ajak Masyarakat Pahami Empat Konsensus Kebangsaan saat Gelar Sosbang Perdana di PPU

- Jurnalis

Senin, 18 November 2024 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RadiusKaltim.co Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (sosbang) perdananya. Sosbang yang dihelat di Perumahan Linda Regency, RT. 016, Kelurahan Nanang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU) itu mengangkat terkait pentingnya pemahaman empat konsensus kebangsaan.

Turut hadir dua pemateri yakni Sayyid Hasan dan Bahrul. M. Tak hanya itu, tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga warga sekitar juga nampak memadati lokasi kegiatan.

Politisi partai Gerindra itu menegaskan, pentingnya implementasi empat konsensus kebangsaan dalam berkehidupan. Diantaranya, Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Baca Juga :  "DPRD Kaltim Ajak Masyarakat Untuk Cinta Tanah Air Melalui Wawasan Kebangsaan"

“Kita perlu melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan, karena nilai-nilai dan budaya kebangsaan itu sudah mulai luntur di masyarakat sekarang,” ujar Baharuddin Muin, Senin (18/11/2024).

Menurutnya, anak-anak muda saat ini kurang memahami empat konsensus kebangsaan. Sehingga dirinya mendorong agar wawasan kebangsaan ini dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

“Pancasila inilah yang membentengi kita dari ragam perbedaan, mulai dari macam suku, agama, budaya, dan lainnya agar tetap satu,” jelasnya.

Baca Juga :  Abdurahman KA Sosialisasikan Perda Kepemudaan untuk Pengembangan Potensi Pemuda Paser

Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa. Sehingga, sangat penting untuk mengamalkan nilai-nilai dari wawasan kebangsaan khususnya Pancasila.

“Mari kita tanamkan kepada anak-anak kita, generasi muda, agar memperdalam literasi terkait Pancasila, jangan hanya mengakui tapi tidak paham isinya. Kita berbeda bangsa puluhan suku bahasa tapi harus tetap satu,” pungkasnya. (adv).

Penulis : Herdi

Editor : Bustami

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru

Kaltim

KETIKA HUTAN HILANG DAN KESEJAHTERAAN TAK KUNJUNG DATANG

Selasa, 24 Feb 2026 - 20:28 WIB