Radiuskaltim.co, Kukar – Sekitar 1.600 perangkat desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi bagian dari sasaran peningkatan kompetensi yang didorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar melalui program ASN Terbaik.
Salah satu upaya yang tengah dijajaki ialah kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka kesempatan bagi perangkat desa melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan peningkatan kompetensi aparatur tidak hanya ditujukan kepada ASN pemerintah daerah, tetapi juga kepala desa dan perangkat desa.
“Peningkatan kompetensi aparatur desa perlu menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” jelas Arianto saat diwawancarai di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, belum lama ini.
DPMD Kukar mempertimbangkan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sebagai salah satu calon mitra untuk mendukung rencana tersebut.
Arianto menjelaskan, salah satu skema yang ingin dijajaki adalah pembukaan kelas khusus bagi perangkat desa. Dengan cara itu, mereka dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Jumlah perangkat desa yang mencapai sekitar 1.600 orang menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya memperluas kesempatan pendidikan tersebut.
“Perangkat desa yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana perlu mendapat peluang untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya,” ujarnya.
Meski demikian, rencana pembukaan kelas khusus belum memasuki tahap pelaksanaan. DPMD Kukar masih perlu mengkaji kebutuhan pendidikan dan membicarakan bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi yang berpotensi menjadi mitra.
Pembahasan tersebut diperlukan agar program yang direncanakan dapat menyesuaikan kebutuhan kompetensi perangkat desa dan kondisi pelaksanaan tugas mereka.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Kukar,” tuturnya. (Adv/Hrd)









