Penunjukan Akademisi Unhas sebagai Dewas RSUD Kaltim Tuai Sorotan, DPRD Minta Pemerintah Utamakan Potensi Lokal

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penunjukan dua akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) di dua rumah sakit daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menjadi perhatian publik. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mengungkapkan bahwa banyak warga mempertanyakan alasan pemerintah memilih figur dari luar daerah.

Dua akademisi yang ditunjuk yakni Dr. Syahrir A. Pasinringi sebagai Ketua Dewas RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda serta Dr. Fridawaty Rivai, SKM., M.Kes sebagai anggota Dewas RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Baca Juga :  DPRD Kaltim Soroti SDA Pesisir dan Pulau Kecil Yang Kurang Diperhatikan

Andi menegaskan bahwa langkah Pemprov Kaltim tersebut tidak bertentangan dengan aturan, namun tetap menimbulkan catatan etik. “Secara regulasi keputusan ini tidak salah, tapi tidak elok. Ya, tidak salah tapi tidak elok,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa Kaltim memiliki banyak akademisi yang tidak kalah kompeten. Menurutnya, perguruan tinggi di Kaltim memiliki tenaga ahli hingga profesor yang mampu mengisi posisi strategis tersebut.

Baca Juga :  Fuad Fakhruddin Akan Pertanyakan Pengurangan Anggaran Beasiswa Kaltim Tuntas

“Kita punya Fakultas Kedokteran, kita punya para guru besar. Kalau ada pengangkatan berikutnya, akademisi kita seharusnya bisa diberi ruang,” tegasnya.

Andi berharap Pemprov Kaltim mulai mengutamakan potensi lokal agar mekanisme pengawasan rumah sakit dapat berjalan lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat daerah. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru