Radiuskaltim.co, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) meminjam Rp820 miliar dari Bankaltimtara sebagai bagian dari strategi menggerakkan perputaran uang di masyarakat ketika kondisi perekonomian daerah mengalami tekanan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan, pada awal Februari, Kukar mengalami deflasi sekitar 1,2 persen. Dalam penjelasannya, kondisi tersebut dikaitkan dengan rendahnya perputaran uang di masyarakat.
“Waktu itu kami melihat perputaran uang di masyarakat sedang rendah. Karena itu, kami mengambil langkah untuk mendorong kegiatan ekonomi,” kata Aulia di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, dana pinjaman tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Dana itu kami salurkan melalui pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah. Tujuannya supaya uang bisa kembali beredar di masyarakat,” ujarnya.
Setelah langkah tersebut dilakukan, kondisi perekonomian kembali dievaluasi. Aulia menyebut hasil evaluasi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kondisi ekonomi membaik.
“Setelah itu, kondisi ekonomi kami evaluasi lagi bersama data dari BPS. Hasil evaluasinya menunjukkan kondisi yang membaik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemantauan inflasi tetap dilakukan melalui TPID. Rapat mingguan menjadi sarana untuk melihat perkembangan harga dan menentukan langkah pengendalian.
“Setiap minggu kami membahas perkembangan inflasi. Kami melihat datanya dan membicarakan langkah yang bisa dilakukan,” tuturnya.
Menurut Aulia, pengendalian inflasi perlu berjalan bersama upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah juga terus mendorong akses pembiayaan melalui TPAKD.
“Kami ingin ekonomi tetap bergerak. Karena itu, pengendalian inflasi dan akses keuangan harus berjalan sesuai tugas masing-masing,” pungkasnya. (Adv/Hrd)









