Kasus Siswa Patah Tulang di Samarinda, Komisi IV DPRD Kaltim Siap Bahas Pengawasan Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menyatakan akan membahas secara serius kasus patah tulang yang menimpa seorang siswa SD di Samarinda. Anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menilai insiden tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan di lingkungan sekolah.

“Ini gambaran pendidikan di Kaltim yang menurut saya kurang baik dan perlu dibahas di Komisi IV. Kami kemungkinan besar akan mengangkat persoalan kekerasan di sekolah dalam rapat nanti,” ujarnya.

Syahariah mempertanyakan bagaimana insiden perkelahian hingga menyebabkan patah tulang dapat terjadi tanpa sepengetahuan pihak sekolah, padahal lokasi kejadian berada di area yang semestinya terpantau oleh guru.

“Perkelahian di sekolah sampai menyebabkan patah tulang kok bisa tidak ketahuan? Ini kan sekolah umum, ramai, pasti banyak yang melihat. Kalau kejadiannya di hutan atau tempat sepi mungkin wajar tidak terpantau. Tapi ini di sekolah, kenapa tidak ada laporan sampai kondisinya separah itu?” tuturnya.

Baca Juga :  Maraknya Kejahatan Cyber, Yonavia ; Pengembangan Digitalisasi Pendidikan harus Sejalan dengan Peningkatan Literasi dan Keamanan Jaringan

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menunjukkan adanya kelalaian fungsi pengawasan. Syahariah mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memastikan perilaku siswa tetap terkontrol selama berada di sekolah.

“Fungsi guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mengawasi dan membina karakter siswa. Pengawasan itu bagian dari tanggung jawab pendidik,” tegasnya.

Baca Juga :  "DPRD Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Lokal. Begini Penjelasan Agusrianyah"

Selain itu, Syahariah menyoroti menurunnya kedisiplinan dan profesionalisme sebagian guru. Ia menyayangkan masih ada guru yang hanya sekadar hadir tanpa memberikan pendampingan penuh kepada siswa.

“Sekarang ini, jujur saja, masih ada guru yang hanya hadir mengisi absen. Setelah menulis materi di papan tulis, mereka sibuk mengobrol atau mengurus hal lain sehingga tidak fokus pada kelas. Ini yang harus diperhatikan dan dievaluasi,” katanya.

Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan akan meminta Dinas Pendidikan serta pihak sekolah melakukan evaluasi menyeluruh agar pengawasan di lingkungan sekolah dapat diperkuat dan kejadian serupa tidak terulang. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru