Fraksi PKB DPRD Kaltim Tolak Hasil Uji Kelayakan KPID 2025–2028, Nilai Proses Tidak Transparan

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Timur menyatakan penolakan tegas terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim periode 2025–2028.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, Damayanti, menilai proses penetapan hasil seleksi berlangsung tidak transparan dan mengabaikan keberadaan fraksi. Ia menegaskan PKB tidak pernah dilibatkan dalam penyampaian pandangan, meski dalam laporan disebutkan seluruh fraksi diberi ruang untuk memberikan masukan.

“Dengan tegas kami menolak hasil kelayakan dan kepatutan calon Anggota KPID yang diumumkan. Fraksi PKB tidak pernah diberi ruang untuk menyampaikan pandangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Andi Satya dan Sekwan Hadiri Upacara Peringatan HKN ke-60 dengan Tema "Gerakan Bersama, Sehat Bersama"

Damayanti menilai proses seleksi tidak melalui koordinasi yang semestinya, padahal PKB memiliki posisi strategis di DPRD Kaltim. Selain menduduki kursi pimpinan dewan, Komisi I yang membidangi persoalan KPID juga dipimpin oleh kader PKB.

“Ketika seluruh fraksi disebut ikut dimintai pandangan, PKB justru luput dari konfirmasi. Ini sinyal buruk bagi etika lembaga,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembentukan AKD DPRD Kaltim Belum Rampung, Layanan Masyarakat Tertunda

Ia menambahkan, pengabaian terhadap fraksinya tidak relevan mengingat PKB merupakan salah satu fraksi besar di DPRD Kaltim. Damayanti juga menyinggung adanya perlakuan tidak adil yang ia rasakan selama proses berlangsung. Menjadi satu-satunya perempuan yang memimpin fraksi di DPRD Kaltim, ia menilai situasi tersebut mengandung nuansa diskriminatif.

“Sikap ini harus menjadi perhatian serius agar proses seleksi lembaga publik tetap menjaga asas keterbukaan dan keadilan,” pungkasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru