DPRD Kaltim Minta Pemprov Tertibkan Pajak Alat Berat, Potensi Kebocoran PAD Dinilai Serius

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Komisi II DPRD Kalimantan Timur menyoroti lemahnya pengawasan pajak alat berat yang dinilai menjadi sumber kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi II, Nurhadi Saputra, mendesak Pemprov Kaltim mengambil langkah tegas untuk menutup potensi kehilangan pendapatan yang selama ini tak tertangani.

Penilaian itu disampaikan setelah Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Dari hasil pengawasan, sektor alat berat disebut sebagai yang paling sulit dikendalikan dibanding sektor lain.

“Potensi paling nyata itu ada di alat berat. Pertambangan di Kaltim tidak mungkin bisa terdeteksi semua secara detail,” ujar Nurhadi, Senin, 01/12/2025

Baca Juga :  Anggota DPRD Salehuddin; Peningkatan Kualitas SDM Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan di Kaltim

Ia mengungkapkan adanya indikasi perusahaan tidak melaporkan jumlah alat berat secara penuh.

“Bisa saja punya 20 unit, tapi yang dilaporkan hanya 10. Kami tidak berprasangka buruk, tapi fakta lapangan menunjukkan itu mungkin terjadi,” tegas politisi PPP tersebut.

Mobilitas alat berat yang tinggi juga menjadi kendala. Unit-unit tersebut tidak berada di satu lokasi dan mudah dipindahkan ke titik operasi berbeda, bahkan antarprovinsi.

Nurhadi mencontohkan perusahaan besar seperti PT PAMA yang mengoperasikan alat di Kaltim dan Kalimantan Tengah. “Saat kita periksa, bisa saja alat itu sudah dialihkan ke Kalteng. Ini kendala nyata,” ujarnya.
Selain masalah pendataan, tingkat kepatuhan pembayaran pajak dinilai masih rendah. Menurutnya, perusahaan yang membayar pajak alat berat secara benar baru sekitar 30 persen di wilayah Kaltim, belum termasuk Kubar dan Kutai Kartanegara.

Baca Juga :  Muhammad Samsun Desak Pemerintah Kaltim Pastikan Ketersediaan Beras dan Perkuat Produksi Lokal

Ia menegaskan perlunya dua langkah utama untuk menutup celah kebocoran: kejujuran perusahaan dalam pelaporan dan peningkatan ketelitian petugas dalam verifikasi lapangan. Komisi II juga menilai sektor alat berat harus menjadi prioritas Pemprov dalam upaya memperbesar PAD.

“Pemprov Kaltim harus mengambil langkah tegas dan sistematis agar potensi ini tidak terus bocor,” pungkasnya.

Penulis : Adi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru