Distanak Kukar Tambah Dua Kawasan Pertanian dan Siapkan Pengembangan Ayam Petelur

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Radiuskaltim.co, Kukar – Pengembangan pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar) diarahkan pada perluasan kawasan produksi dan penguatan infrastruktur. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar menambah dua kawasan pengembangan pertanian, sekaligus menyiapkan program ayam petelur di lima kecamatan.

 

Kepala Distanak Kukar Mohammad Rifani mengatakan, dua kawasan tambahan tersebut berada di Rapak Lambur dan Jonggon. Dengan penambahan ini, jumlah kawasan pengembangan pertanian meningkat dari lima menjadi tujuh.

 

“Sekarang ada tambahan dua kawasan, di Rapak Lambur dan Jonggon,” kata Rifani dalam wawancara, Selasa (20/10/2026).

 

Kawasan Jonggon menjadi salah satu lokasi yang memiliki hamparan lahan cukup luas. Rifani menyebut, lahan eksisting di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari 1.000 hektare.

Baca Juga :  Karhutla Jadi Ancaman, Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan

 

Luas hamparan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan kawasan pertanian. Namun, potensi lahan tersebut perlu ditopang oleh infrastruktur yang memadai.

 

“Lahannya sudah ada, lebih dari 1.000 hektare. Infrastruktur yang perlu kita perhatikan,” ujarnya.

 

Menurut Rifani, pembangunan irigasi dan jalan usaha tani masih dibutuhkan untuk mendukung aktivitas petani. Ketersediaan infrastruktur saat ini belum mencukupi kebutuhan kawasan yang dikembangkan.

 

“Kalau infrastruktur belum memadai, kegiatan pertanian juga sulit berjalan optimal,” tuturnya.

 

Di sektor peternakan, Distanak Kukar juga merencanakan pengembangan ayam petelur di Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu.

Baca Juga :   DPRD Samarinda Tuntaskan Raperda Pemakaman, Targetkan Minimal Satu TPU di Setiap Kecamatan

 

Jumlah ayam yang akan dikembangkan masih dihitung. Distanak berencana memilih pullet atau ayam betina muda yang mendekati masa bertelur agar produksi dapat dimulai lebih cepat.

 

“Kami masih hitung jumlahnya. Rencananya menggunakan pullet supaya lebih cepat berproduksi,” jelas Rifani.

 

Program tersebut didorong oleh kebutuhan telur di Kukar yang masih banyak dipenuhi pasokan dari luar daerah. Produksi lokal dinilai dapat membantu menyediakan telur yang lebih segar bagi masyarakat.

 

“Kalau kita produksi sendiri, pasokannya bisa lebih dekat ke masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Hrd)

Berita Terkait

Mini Mall Pelayanan Publik Kembang Janggut Ditargetkan Meluncur Desember
Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana
Sekitar 1.600 Perangkat Desa di Kukar Berpeluang Tingkatkan Pendidikan
Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU
Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan
Rendi Solihin Soroti Ancaman Kekurangan Air Bersih di Wilayah Pesisir Kukar
Rendi Solihin Minta Transparansi Retribusi Pantai Tanah Merah Diterapkan di Destinasi Wisata Lain
Korpri Kukar Disiapkan Jadi Penopang Kesejahteraan ASN
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:54 WIB

Mini Mall Pelayanan Publik Kembang Janggut Ditargetkan Meluncur Desember

Rabu, 4 November 2026 - 17:52 WIB

Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Rabu, 4 November 2026 - 17:49 WIB

Sekitar 1.600 Perangkat Desa di Kukar Berpeluang Tingkatkan Pendidikan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 November 2026 - 20:29 WIB

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Berita Terbaru

Diskominfo

Pemkab Kukar Dorong Percepatan Pembangunan SPBN Anggana

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:52 WIB

Diskominfo

Camat Anggana Hadiri RDP Komisi III Bahas Kebutuhan LPJU

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:31 WIB

Diskominfo

Sunggono Minta Persiapan MTQH Kaltim Dikawal hingga Pelaksanaan

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:29 WIB