Radiuskaltim.co, Samarinda- Forum Pemuda Perubahan (FPP) 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Formasita menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi pemuda Indonesia untuk memahami negara dari dekat. Kegiatan yang berlangsung pada 12–26 Januari 2026 ini diikuti oleh 80 delegasi dari 24 provinsi dan 33 perguruan tinggi se-Indonesia, dengan rangkaian agenda edukatif di lima kota besar: Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bogor, dan Jakarta.
Forum ini tidak sekadar dirancang sebagai perjalanan kunjungan, melainkan sebagai proses pembentukan kesadaran kepemudaan tentang peran negara, politik, dan tanggung jawab sosial generasi muda. Sebelumnya, peserta telah mengikuti pembinaan sejak Oktober hingga Desember 2025 melalui mentoring rutin dan diskusi isu-isu daerah. Ungkap Prisma Fatma Sari.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Sebagai peserta Forum Pemuda Perubahan 2025, menjadi pengalaman penting dalam membangun kesadaran saya sebagai pemuda dan mahasiswa hukum. Forum ini berada di bawah pembinaan Ketua Dewan Pembina Yayasan Formasita Tamsil Linrung, Ketua Harian Andi Nur Jayadi, serta Ketua Panitia Nur Hikma.
Kunjungan ke lembaga tinggi negara menjadi agenda sentral Forum Pemuda Perubahan 2025. Para peserta mengunjungi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata, Direktorat Jenderal Pajak, DPR RI, serta DPD RI.
Di Kementerian Keuangan, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran APBN dalam pembangunan nasional serta pentingnya kebijakan fiskal yang berorientasi pada pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah.
Sementara itu, kunjungan ke Direktorat Jenderal Pajak membuka perspektif peserta mengenai pajak sebagai tulang punggung pembangunan, sekaligus tantangan kepatuhan pajak di tengah masyarakat.
Kunjungan ke DPR RI dan DPD RI memberikan gambaran langsung mengenai fungsi legislasi, pengawasan, serta peran lembaga perwakilan dalam memperjuangkan aspirasi daerah.









