Darlis Pattalongi Soroti Ketimpangan Insentif Pengawas Madrasah Kemenag Kaltim

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, menyoroti ketimpangan pemberian insentif yang dialami para pengawas madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim. Hingga kini, para pengawas tersebut belum memperoleh insentif dari pemerintah daerah, berbeda dengan pengawas sekolah di bawah Dinas Pendidikan yang sudah menerima secara rutin.

Hal tersebut diungkapkan Darlis usai pertemuan Komisi IV dengan perwakilan pengawas madrasah Kemenag Kaltim. Dalam pertemuan itu, para pengawas memaparkan berbagai kendala yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari beban kerja yang besar hingga keterbatasan fasilitas penunjang.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kaltim Sambut Positif Rencana Pembukaan Rute Samarinda–Kuala Lumpur

“Informasi yang kami terima, pengawas madrasah belum mendapatkan insentif dari pemerintah provinsi. Sementara pengawas di bawah Dinas Pendidikan sudah menerima secara rutin. Ini tentu menimbulkan ketimpangan yang harus segera dicarikan solusinya,” ujar Darlis.

Ia menambahkan, satu pengawas madrasah bisa menangani hingga 20 sekolah. Namun beban kerja besar tersebut tidak diimbangi dukungan tunjangan, insentif, maupun sarana memadai.

“Tanpa dukungan anggaran, mereka jelas kesulitan bekerja maksimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Rancangan APBD 2026 Diperketat, PKS Minta Pemerintah Fokus pada Program yang Paling Menyentuh Publik

Para pengawas madrasah dan pengawas pendidikan agama Islam berharap Pemprov Kaltim dapat mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pengawasan pendidikan di madrasah.

Darlis memastikan Komisi IV akan segera mendorong pemerintah provinsi merumuskan solusi konkret agar tidak lagi terjadi perbedaan perlakuan antara pengawas pendidikan di bawah dua instansi tersebut. “Kami tidak ingin ada ketimpangan dalam layanan dan dukungan kepada para pengawas. Mereka semua memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya. (Adv).

Penulis : Herdi

Editor : Syahfril

Berita Terkait

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda
DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring
Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM
DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya
Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID
Hasanuddin Sebut Minimnya Standar Pelatihan untuk Daerah Sebabkan Ketimpangan Serapan Anggaran
Pemprov Diminta Siapkan Kajian Mendalam Sebelum Bangun Kolam Renang Berstandar Internasional
Tekanan Fiskal 2026 Bisa Ganggu Peran Kaltim sebagai Penyangga IKN
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 12:13 WIB

Komisi IV Desak Penutupan Permanen Seluruh Titik Prostitusi Ilegal di Samarinda

Senin, 15 Desember 2025 - 12:11 WIB

DPRD Desak Pemerintah Pastikan Keberlanjutan Folder Sungai Siring

Senin, 15 Desember 2025 - 12:09 WIB

Fokus Penanganan Banjir Masih Terpecah, DPRD Dorong Prioritaskan Hulu SKM

Senin, 15 Desember 2025 - 12:07 WIB

DPRD Minta Skema Pengawasan Dana RT di Kutim Diperkuat, Bukan Hanya Besaran Anggarannya

Senin, 15 Desember 2025 - 12:06 WIB

Sengketa Internal Dianggap Akibat Minimnya Prosedur Kolektif, DPRD Kaltim Dorong Transparansi Seleksi KPID

Berita Terbaru